TARAKAN – Pembangunan gedung baru Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 59 Tarakan hampir rampung. Pemerintah menargetkan proses pemindahan kegiatan belajar mengajar ke gedung baru bisa dilakukan pada akhir Juli 2026.
Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud Is, mengatakan progres pembangunan terus dikebut. Sejumlah fasilitas utama, seperti jaringan listrik dan air bersih, telah tersedia sehingga gedung tinggal menunggu penyelesaian tahap akhir.
“Sudah di cross check. Beberapa fasilitas utama sudah bisa digunakan. Listrik sudah masuk, air minum sudah ada. Fisik gedung sudah naik semua. Sampai September diyakini sudah 100 persen,” kata Ibnu usai menghadiri Open House di Kompleks LLK Tarakan, Jumat (10/7/2026).
Menurutnya, keberadaan fasilitas pendukung menjadi kebutuhan utama karena Sekolah Rakyat menerapkan sistem asrama. Ketersediaan listrik dan air dinilai menjadi syarat agar aktivitas belajar maupun kehidupan sehari-hari siswa dapat berjalan optimal.
Ibnu juga menegaskan Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga sangat miskin. Program tersebut berbeda dengan Sekolah Nasional Terintegrasi yang rencananya juga akan dibangun di Tarakan.
“Di mana ada sekolah dibangun Rp 250 miliar tapi hanya untuk masyarakat sangat miskin. Kalau tidak miskin tidak bisa. Nanti ada juga Sekolah Nasional Terintegrasi, itu fasilitasnya lebih lagi dan hanya untuk warga Tarakan,” ujarnya.
Dia berharap keberadaan Sekolah Rakyat dapat menjadi investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Tarakan.
“Keajaiban pendidikan itu luar biasa. Kita lihat saja nanti bagaimana perkembangan di tahun-tahun yang akan datang,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala SRT 59 Tarakan, Marisa Aulia, mengatakan berdasarkan informasi yang diterimanya, pemindahan kegiatan belajar mengajar ditargetkan berlangsung pada 30 atau 31 Juli 2026. “Untuk pindah itu kalau melihat kesiapan gedung, baru bisa nanti di tanggal 30 atau 31 Juli ini,” katanya.
Marisa menyebut fasilitas dasar seperti listrik dan air sudah tersedia. Saat ini pihak sekolah tinggal menunggu penyelesaian pembangunan gedung.
Ia optimistis target tersebut dapat tercapai mengingat pemerintah juga yakin pembangunan selesai sesuai jadwal. Bahkan, kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) direncanakan digelar di gedung baru sebelum dilanjutkan dengan proses belajar mengajar secara penuh. (apc/and)
Reporter: Ade Prasetia
Editor: Andhika


