Berau Percepat Transisi Ekonomi Berkelanjutan, Kampung Diminta Jadi Motor Penggerak Pertumbuhan Baru

BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau terus mempercepat transformasi ekonomi daerah dari ketergantungan pada sektor sumber daya alam (SDA) tak terbarukan menuju sektor-sektor ekonomi berkelanjutan yang berbasis potensi lokal.

Dalam upaya tersebut, pemerintah kampung didorong menjadi garda terdepan dalam menggali dan mengembangkan potensi ekonomi yang dimiliki masing-masing wilayah.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengatakan arah pembangunan daerah ke depan tidak lagi semata-mata bertumpu pada sektor ekstraktif, melainkan pada sumber daya terbarukan yang mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, seperti pariwisata, pertanian, perikanan, dan ekonomi kreatif.

Menurutnya, setiap kampung di Kabupaten Berau memiliki karakteristik dan keunggulan yang berbeda. Karena itu, strategi pembangunan tidak bisa diseragamkan, melainkan harus disesuaikan dengan potensi yang dimiliki masing-masing wilayah.

“Seluruh kampung memiliki potensi berbeda yang dapat dikembangkan, baik di sektor pertanian, pariwisata maupun penggerak ekonomi lainnya yang bersifat terbarukan,” ujarnya.

Sri Juniarsih menegaskan bahwa potensi yang dimiliki kampung harus dikelola secara terarah, profesional, dan berkelanjutan agar mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi daerah.

Salah satu contoh keberhasilan pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal, kata Sri Juniarsih, dapat dilihat di Kecamatan Biduk-Biduk.

Kawasan yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Berau tersebut menunjukkan pertumbuhan sektor pariwisata yang cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan menjadi indikator bahwa pengembangan destinasi dan pembenahan fasilitas pendukung mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat setempat.

Data pemerintah daerah mencatat jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kecamatan Biduk-Biduk pada tahun 2024 mencapai 23.440 orang. Angka tersebut melonjak tajam pada tahun 2025 menjadi 58.620 wisatawan.

Lonjakan kunjungan tersebut tidak terlepas dari pengembangan destinasi wisata unggulan seperti Danau Labuan Cermin serta peningkatan aksesibilitas menuju kawasan pesisir yang menjadi daya tarik utama wisatawan.

“Ini menunjukkan bahwa ketika potensi daerah digali dan dikelola dengan baik, dampaknya sangat besar terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat,” katanya.

Komitmen memperkuat ekonomi berbasis potensi kampung juga disampaikan Sri Juniarsih saat melantik empat kepala kampung hasil pergantian antar waktu (PAW), yakni Kepala Kampung Tasuk, Suaran, Sei Bebanir Bangun, dan Biduk-Biduk beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa kepala kampung memiliki peran strategis dalam mendorong pembangunan ekonomi di wilayah masing-masing. Para pemimpin kampung diminta tidak hanya fokus pada administrasi pemerintahan, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, penguatan sumber daya manusia, pengembangan ekonomi kreatif, serta optimalisasi sektor unggulan seperti pertanian, pariwisata, perikanan, dan kelautan harus menjadi perhatian utama pemerintah kampung.

“Penguatan sumber daya manusia serta pengembangan ekonomi kreatif dan potensi lokal, termasuk sektor pariwisata, pertanian, dan kelautan yang tersebar di setiap kampung memiliki peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia mencontohkan keberhasilan masyarakat Kampung Biduk-Biduk dalam mengembangkan produk turunan kelapa yang kini mulai memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga.

Selain itu, keberadaan Danau Labuan Cermin yang telah dikenal secara nasional juga menjadi bukti bahwa potensi lokal mampu menjadi penggerak ekonomi jika dikelola secara serius.

Selain dituntut kreatif dalam menggali peluang ekonomi, Sri Juniarsih mengingatkan para kepala kampung untuk menjalankan amanah jabatan dengan penuh tanggung jawab dan integritas.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan kampung tidak hanya ditentukan oleh kemampuan merancang program, tetapi juga oleh tata kelola pemerintahan yang baik, transparan, dan bebas dari persoalan hukum.

Ia menegaskan bahwa jabatan kepala kampung merupakan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan, tidak hanya kepada masyarakat tetapi juga kepada Tuhan.

“Selain aktif dan kreatif menggali potensi lokal, para kepala kampung juga harus menjaga amanah jabatan dengan penuh tanggung jawab dan integritas. Tanggung jawab itu bukan hanya kepada masyarakat, tetapi juga kepada Allah SWT,” tegasnya.

Melalui penguatan peran kampung sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru, Pemerintah Kabupaten Berau optimistis proses transisi menuju ekonomi berkelanjutan dapat berjalan lebih cepat.

“Dengan memanfaatkan potensi lokal yang beragam dan terus menjaga kelestarian lingkungan, kampung-kampung di Bumi Batiwakkal diharapkan mampu menjadi fondasi utama pembangunan ekonomi daerah di masa mendatang,” pungkasnya. (adv)

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

BERITA POPULER