SAMARINDA – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Provinsi Kaltim bersama dinas terkait di tingkat kabupaten dan kota menerjunkan tim khusus untuk memastikan kelayakan hewan kurban menjelang Iduladha 1447 Hijriah.
Pengawasan dilakukan secara menyeluruh mulai dari lapak pedagang, tempat penggemukan hewan, hingga lokasi penyembelihan di masjid-masjid.
Plh Kabid Kesmavet Disnak Keswan Provinsi Kaltim, Dyah Anggraini, mengatakan pemeriksaan dilakukan melalui tahapan antemortem sebelum penyembelihan dan postmortem setelah hewan dipotong.
“Hewan-hewan yang dijual, baik itu di lapak ataupun di tempat penggemukan, itu sudah dilakukan pemeriksaan oleh teman-teman dinas terkait. Kemudian tim kami juga melakukan pemeriksaan di lokasi masjid-masjid yang melakukan penyembelihan hewan kurban,” ujarnya, Rabu (27/5/2026).
Salah satu titik yang menjadi fokus pengawasan adalah Masjid Islamic Center Samarinda. Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh hewan kurban di lokasi tersebut dinyatakan sehat dan memenuhi syariat Islam.
“Untuk di Islamic Center sendiri, alhamdulillah ternaknya sehat, cukup umur, tidak cacat, dan juga tidak kurus. Alhamdulillah ternaknya memenuhi persyaratan yang ditentukan,” jelas Dyah.
Selain kondisi hewan, pihak Disnak Keswan juga memantau proses penyembelihan dan pengemasan daging agar memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan.
Menurut Dyah, panitia di Islamic Center dinilai sudah menerapkan pemisahan area kotor dan area bersih selama proses penyembelihan berlangsung.
“Proses penyembelihan sudah cukup bagus. Kami harapkan daging yang dihasilkan aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH),” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya pemisahan pengemasan antara daging dan jeroan agar kualitas daging tetap terjaga dan tidak terkontaminasi.
“Daging dan jeroan itu pengemasannya terpisah, jadi tidak boleh dicampur,” tegasnya.
Dari hasil pemeriksaan postmortem, Disnak Keswan memastikan tidak ditemukan adanya kelainan pada organ dalam maupun daging hewan kurban yang diperiksa.
“Alhamdulillah tidak ada kelainan yang kami lihat dalam pemeriksaan. Jadi daging yang didistribusikan nanti layak untuk dikonsumsi,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Dyah juga mengedukasi masyarakat mengenai cara penyimpanan daging kurban agar tetap higienis dan tahan lama.
Ia menyarankan masyarakat menyimpan daging dalam ukuran kecil sesuai kebutuhan sebelum dimasukkan ke chiller maupun freezer.
Menurutnya, daging yang disimpan di chiller sebaiknya tidak lebih dari tiga hari, sedangkan jika dibekukan di freezer dapat bertahan hingga sekitar tiga bulan.
“Jadi sebaiknya sebelum penyimpanan, itu sudah dipotong-potong sesuai kebutuhan. Sehingga saat akan memasak tinggal mengambil satu kemasan yang memang sudah disiapkan,” pungkasnya. (MK)
Pewarta: Abdi
Editor: Agus S


