SAMARINDA – Rencana penggunaan Stadion Segiri sebagai venue kompetisi antarklub Asia musim depan masih menghadapi kendala serius di sektor pencahayaan.
Saat ini tingkat penerangan stadion baru berada di kisaran 900 lux, sementara standar minimal pertandingan AFC mewajibkan pencahayaan mencapai 1.200 lux untuk mendukung kualitas pertandingan dan siaran televisi berdefinisi tinggi.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Samarinda, Muslimin mengatakan persoalan lampu stadion menjadi perhatian utama pemerintah daerah, terutama setelah Stadion Segiri sebelumnya gagal digunakan untuk ajang Piala AFF U-17 2026 akibat kendala serupa.
“Dalam rangka persiapan Piala AFC ini yang menjadi permasalahan adalah menyangkut lampu. Pak Gubernur dan Wali Kota sudah bicara bersama bagaimana membantu menyelesaikan persoalan ini,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).
Menurut Muslimin, komunikasi antara Pemerintah Kota Samarinda dan Pemerintah Provinsi Kaltim sudah dilakukan. Namun hingga kini Disporapar masih menunggu kepastian dukungan anggaran untuk pengerjaan peningkatan fasilitas pencahayaan stadion.
“Kami di Dispora menunggu apakah ada bantuan dari Pemerintah Provinsi dan Kota dalam rangka penyelesaian masalah ini. Karena itu menjadi syarat utama kelayakan AFC,” katanya.
Meski demikian, Disporapar Samarinda mengaku sudah melakukan langkah teknis dengan menggandeng konsultan guna menghitung kebutuhan lampu dan kekuatan konstruksi stadion.
“Kami sudah melakukan perhitungan konstruksi bersama konsultan. Berapa kebutuhan lampu dan seperti apa konstruksinya, hasilnya sudah ada dan tinggal kami sampaikan kepada wali kota,” jelasnya.
Muslimin menegaskan, keterbatasan anggaran menjadi kendala utama percepatan revitalisasi Stadion Segiri. Efisiensi anggaran daerah disebut berdampak langsung terhadap kemampuan OPD melakukan pembangunan sarana olahraga.
“Kalau anggaran tersedia, kami siap melaksanakan pembangunan lampu tambahan. Tetapi saat ini memang belum tersedia anggaran revitalisasi sarana-prasarana Stadion Segiri,” ujarnya.
Saat ini, Disporapar Samarinda menyiapkan usulan resmi kepada Andi Harun dan Rudy Mas’ud agar proyek peningkatan pencahayaan stadion dapat segera direalisasikan.
Menurut Muslimin, opsi paling realistis untuk pengadaan lampu tambahan kemungkinan baru dapat dilakukan melalui APBD Perubahan 2026.
“Kalau bicara aturan, kemungkinan lewat APBD Perubahan. Tapi tetap tergantung kemampuan anggaran yang tersedia,” pungkasnya. (MK)
Pewarta: Abdi
Editor: Agus S


