TARAKAN – Persiapan aksi damai ratusan pengemudi online di Kota Tarakan disebut hampir rampung. Hingga Selasa (19/5/2026), kesiapan massa dan teknis lapangan diklaim telah mencapai 90 persen menjelang aksi besar yang akan digelar di kantor DPRD Tarakan, Rabu (20/5/2026).
Ketua DPD Serikat Pengemudi Online Indonesia (SePOI) Kalimantan Utara (Kaltara), Misyadi mengatakan, jumlah peserta aksi terus bertambah. Berdasarkan pendataan terakhir, massa yang akan turun diperkirakan lebih dari 100 driver online dari berbagai komunitas dan aplikator.
“Persiapan 90 persen. Update data terakhir sudah lebih dari 100 orang,” ujarnya, Selasa (19/5/2026).
Berdasarkan hasil koordinasi teknis lapangan yang dilakukan pada Minggu (17/5/2026), para peserta aksi akan mulai berkumpul di depan Bandara Juwata Tarakan sejak pukul 08.30 Wita. Selanjutnya, massa akan bergerak konvoi menuju kantor DPRD Tarakan sekitar pukul 09.00 Wita.
Dalam aksi nanti, para driver online akan menyampaikan orasi terkait sejumlah tuntutan nasional maupun daerah. Mereka juga berencana meminta dukungan DPRD dan Wali Kota Tarakan melalui penandatanganan petisi.
Petisi tersebut bertujuan mendorong Rancangan Undang-Undang (RUU) Transportasi Online yang telah masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2026 agar menjadi prioritas pembahasan di DPR RI.
Para pengemudi menilai keberadaan undang-undang khusus transportasi online penting untuk memberikan kepastian hukum dan perlindungan bagi seluruh driver online di Indonesia.
Selain itu, massa aksi juga akan membawa tuntutan terkait kenaikan tarif ojek online, regulasi pengantaran barang dan makanan, penetapan tarif bersih taksi online roda empat, pembatasan penerimaan driver baru, penghapusan program tarif hemat, hingga keberadaan kantor cabang aplikator di Tarakan.
Meski diperkirakan diikuti ratusan peserta, pihak penyelenggara memastikan aksi berlangsung damai dan tertib.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


