Otorita IKN Kantongi 75 Perjanjian Kerja Sama Investasi

NUSANTARA – Aktivitas investasi dan geliat ekonomi di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menunjukkan pertumbuhan. Tidak hanya pembangunan infrastruktur besar, sektor bisnis ritel dan komersial juga mulai berkembang di kawasan inti maupun wilayah penyangga terdekat.

Otorita IKN mencatat hingga saat ini sudah terdapat 75 Perjanjian Kerja Sama (PKS) investasi yang dikemas untuk pembangunan Nusantara.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 11 PKS berasal dari investor asing yang melibatkan delapan perusahaan dari enam negara, yakni Korea Selatan, Tiongkok, Uni Emirat Arab, Rusia, Malaysia, dan Singapura.

Sementara 64 kerja sama lainnya berasal dari pelaku usaha domestik.

Pertumbuhan investasi itu mulai terlihat melalui hadirnya berbagai fasilitas komersial hingga meningkatnya aktivitas ekonomi di sekitar kawasan IKN.

Salah satu yang terbaru yakni hadirnya brand roti nasional Roti’O di kawasan inti Nusantara.

Gerai milik PT Sebastian Citra Indonesia tersebut mulai mencoba pasar baru di kawasan IKN setelah sebelumnya berkembang di Balikpapan dan Penajam Paser Utara.

Kepala Toko Roti’O, Harfi, mengatakan antusiasme masyarakat cukup tinggi sejak awal pembukaan.

“Kalau di sini mungkin akan ramai, apalagi kemungkinan untuk orang-orang liburan segala macam bakal ke sini. Ke depannya mungkin makin ramai,” ujarnya.

Tak hanya di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), geliat ekonomi juga mulai terasa di Kecamatan Sepaku sebagai wilayah penyangga utama IKN.

Bisnis retail modern perlahan tumbuh dan semakin lengkap.

Terbaru, Alfamidi resmi membuka gerai pertamanya di kawasan Nusantara tepatnya di Desa Bumi Harapan pada 13 Mei 2026.

Lokasinya berada sekitar tiga hingga empat kilometer dari kawasan KIPP IKN.

Kehadiran Alfamidi sekaligus menambah daftar retail modern nasional yang sudah lebih dulu hadir di Sepaku, seperti Indomaret dan Alfamart.

Saat ini jumlah gerai retail modern di kawasan Sepaku dan KIPP diperkirakan hampir mencapai 20 unit.

Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, mengatakan nilai investasi yang masuk ke IKN hingga kini telah mencapai sekitar Rp72,39 triliun.

Menurutnya, angka tersebut menunjukkan pembangunan Nusantara terus berjalan sesuai tahapan dan mulai dibaca investor sebagai pasar masa depan.

“Ketika infrastruktur dasar, hunian, energi, layanan publik, dan aktivitas ekonomi mulai terbentuk, di situlah kota ini mulai hidup. Investasi ini menjadi jembatan dari pembangunan menuju kehidupan kota,” ujar Troy. (MK)

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER