TARAKAN – Tingkat pengangguran di Kalimantan Utara masih berada di angka sekitar 6 persen. Kondisi itu membuat mahasiswa dan calon pencari kerja diminta tidak hanya mengandalkan ijazah, tetapi juga memperkuat kemampuan dan keterampilan tambahan agar mampu bersaing di dunia kerja.
Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalimantan Utara, H. Asnawi, mengatakan persaingan kerja saat ini semakin ketat sehingga lulusan perguruan tinggi perlu mempersiapkan diri sejak masih menempuh pendidikan.
Menurutnya, kemampuan tambahan seperti sertifikasi keahlian, penguasaan teknologi, hingga kemampuan bahasa asing menjadi nilai lebih saat melamar pekerjaan. “Jangan hanya bermodalkan ijazah saja. Harus ada kemampuan lain, sertifikat lain, dan kemampuan diri harus dimaksimalkan,” kata Asnawi, Minggu (17/5/2026).
Dia menyebut mahasiswa juga perlu membangun relasi dan jejaring yang luas untuk membuka peluang kerja setelah lulus kuliah. Selain mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, Disnakertrans Kaltara juga terus berupaya menekan angka pengangguran melalui berbagai program pelatihan dan pembukaan akses lowongan kerja.
Salah satunya dengan menjalin komunikasi dengan perusahaan guna mengetahui kebutuhan tenaga kerja yang nantinya disalurkan melalui kegiatan job fair. “Kita cari informasi kebutuhan tenaga kerja dari perusahaan, nanti kita buka lewat job fair sesuai kebutuhan mereka,” ujarnya.
Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan berbagai pelatihan kerja sesuai kebutuhan industri di Kaltara. Pada tahun sebelumnya, Disnakertrans membuka pelatihan welder dan sertifikasi K3 umum. Sementara tahun ini, pelatihan difokuskan untuk tenaga pengamanan atau security sesuai kemampuan anggaran daerah.
Asnawi mengungkapkan angka pengangguran di Kalimantan Utara sebenarnya menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir, meski belum terlalu signifikan. “Dari tahun ke tahun ada penurunan, walaupun belum signifikan,” katanya. (apc/and)
Reporter: Ade Prasetia
Editor: Andhika


