TARAKAN — Kota Tarakan mencatat deflasi pada April 2026 setelah dua bulan sebelumnya mengalami inflasi. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tarakan melaporkan deflasi bulanan (month to month/mtm) sebesar 0,06 persen.
Kepala BPS Kota Tarakan, Umar Riyadi, menjelaskan bahwa deflasi tersebut terutama dipicu oleh penurunan harga sejumlah komoditas pangan. Cabai rawit menjadi penyumbang terbesar deflasi, diikuti daging ayam ras dan beberapa komoditas hortikultura lainnya.
“Kelompok makanan, minuman, dan tembakau tercatat sebagai penyumbang utama deflasi dengan andil sebesar 0,19 persen,” ucap Umar dalam keterangan tertulisnya, Rabu (6/5/2026).
Selain itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga memberikan andil deflasi sebesar 0,12 persen, dipengaruhi turunnya harga emas perhiasan. Di sisi lain, tekanan inflasi masih terlihat pada sejumlah komoditas, khususnya dari sektor transportasi.
Angkutan udara menjadi penyumbang utama inflasi seiring kenaikan harga avtur dan penyesuaian tarif batas atas. “Kelompok transportasi secara keseluruhan memberikan andil inflasi sebesar 0,17 persen,” katanya.
Beberapa komoditas lain seperti tomat, angkutan laut, dan bawang merah juga turut menyumbang inflasi pada April. Namun, kenaikan tersebut tidak mampu menahan laju penurunan harga pada komoditas pangan. Secara kumulatif, inflasi Kota Tarakan sepanjang Januari hingga April 2026 (year to date/ytd) tercatat sebesar 1,00 persen.
Sementara inflasi tahunan (year on year/yoy) berada di angka 2,90 persen. Angka tersebut dinilai semakin mendekati sasaran inflasi nasional sebesar 2,5 persen dengan deviasi ±1 persen. Kondisi ini juga mencerminkan mulai berkurangnya pengaruh low base effect pada awal tahun terhadap pembentukan inflasi tahunan.
Sebagai pembanding, inflasi bulanan Provinsi Kalimantan Utara pada April 2026 tercatat sebesar 0,02 persen dengan inflasi tahunan 2,68 persen. Secara nasional, inflasi bulanan tercatat 0,13 persen dan inflasi tahunan 2,42 persen. BPS menilai, apabila tren inflasi pada sisa tahun mengikuti pola tahun sebelumnya, maka inflasi Tarakan sepanjang 2026 diperkirakan tetap berada di kisaran 2,90 persen. Stabilitas harga, terutama pada komoditas pangan, dinilai akan menjadi faktor penting dalam menjaga inflasi tetap terkendali di daerah. (apc/and)
Reporter: Ade Prasetia
Editor: Andhika


