TANJUNG SELOR – Kondisi infrastruktur di Kalimantan Utara (Kaltara) hingga saat ini masih dinilai belum ideal, termasuk infrastruktur jalan dan Jembatan yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi.
Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah daerah perbatasan Indonesia, seperti Kabupaten Nunukan dan sekitarnya. Menanggapi hal tersebut, Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang, menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk terus membenahi akses infrastruktur demi memenuhi kebutuhan vital masyarakat.
“Iya betul, dan kita akan selalu berupaya. InsyaAllah pada tahun 2027, pembangunan Jembatan Binuang di Kecamatan Krayan Tengah, Kabupaten Nunukan, dapat rampung,” ujar Zainal dengan nada optimis.
Ia menjelaskan, pembangunan Jembatan Binuang sempat mengalami kendala, terutama terkait keterbatasan anggaran. Namun, pemerintah Kaltara mendapat dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan.
“Memang ada kendala, khususnya pada anggaran. Namun kita mendapat bantuan keuangan dari Kementerian Keuangan untuk pembangunan beberapa jembatan di wilayah Malinau dan Nunukan, termasuk Krayan,” jelasnya.
Saat ini, pembangunan telah memasuki tahap pengerjaan fondasi. Pemerintah Provinsi Kaltara menargetkan jembatan tersebut dapat selesai dan difungsikan pada tahun 2027 akan datang.
“Harapan kita, konektivitas tanpa batas dapat terwujud. Itu menjadi cita-cita dan komitmen kita. Namun tentu bergantung pada kekuatan anggaran, baik dari provinsi maupun dukungan dari pusat,” tambahnya.
Selain Jembatan Binuang, pembangunan jembatan lain seperti Jembatan Sungai Semamu juga didanai melalui APBN, sebagaimana disampaikan oleh Kepala Balai Jalan Nasional Kaltara. “Jembatan Semamu dan Binuang, insyaAllah selesai pada 2027 dan sudah bisa dilalui kendaraan,” katanya.
Sementara itu, untuk kondisi jalan poros dari Malinau hingga Krayan, Gubernur mengaku belum melakukan peninjauan ulang setelah 3 tahun lalu langsung cek ke lapangan. “Saya belum ke sana lagi. Dari tinjauan tiga tahun lalu memang kondisi jalan poros perlu diperhatikan. Dalam waktu dekat akan kita tinjau kembali,” pungkasnya. (tin/and)
Reporter: Martinus
Editor: Andhika


