TARAKAN – Komoditas perikanan Kalimantan Utara (Kaltara) terus menunjukkan daya saing di pasar internasional. Kepiting dan udang windu menjadi andalan ekspor yang kini telah menembus berbagai negara.
Kepala Karantina Kalimantan Utara, Ichi Langlang Buana Machmud, menyebut dua komoditas tersebut menjadi penopang utama ekspor daerah, khususnya dari sektor perikanan. “Kepiting dan udang windu dari Kalimantan Utara sudah masuk ke sejumlah pasar global, seperti Asia hingga Amerika dan Eropa,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).
Berdasarkan data Barantin periode Januari–Maret 2026, ekspor kepiting mencapai 3,44 juta ekor dengan nilai Rp88,385 miliar. Negara tujuan masih didominasi Singapura dan Malaysia. Sementara itu, udang windu mencatat kinerja lebih tinggi dengan volume ekspor 1,15 ribu ton dan nilai mencapai Rp1,57 kuadriliun.
Meski capaian ekspor cukup kuat, distribusi pasar masih menghadapi tantangan. Keterbatasan akses transportasi membuat ekspor cenderung terkonsentrasi di negara tertentu.

Namun peluang ekspansi terbuka seiring hadirnya jalur penerbangan kargo langsung ke China. Akses ini dinilai dapat memperluas pasar ekspor sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas daerah.
Untuk mendukung hal tersebut, Karantina Kaltara juga memperkuat layanan sertifikasi dan pengawasan sesuai Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.
Langkah ini bertujuan menjamin kualitas produk sekaligus mempercepat proses ekspor. Dengan potensi yang dimiliki, kepiting dan udang windu diharapkan terus menjadi motor penggerak ekspor Kalimantan Utara di pasar global. (apc/and)
Reporter: Ade Prasetia
Editor: Andhika


