TANJUNG SELOR – Anggota DPR RI perwakilan Kalimantan Utara (Kaltara) Hj. Rahmawati mengecek langsung sejumlah bangunan rumah yang akan diberikan bantuan berupa rehabilitasi.
Tercatat kucuran anggaran yang diberikan tiap Kepala Keluarga (KK) masing-masing Rp 20 juta. Bantuan bedah rumah ini menyasar di Kecamatan Tanjung Palas dan Desa Bumi Rahayu Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.
“Hari ini ada 20 unit bangunan rumah yang kita cek langsung setelah melewati tim verifikasi untuk diberikan bantuan berupa bedah rumah,” ucap Hj. Rahmawati, Senin (27/4/2026).
Anggota Komisi VII DPR RI dari Partai Gerindra ini, pertama kali mengecek langsung kondisi bangunan rumah di Lebong Kelurahan Tanjung Palas Hilir, Kecamatan Tanjung Palas. Dari satu bangunan rumah dan rumah yang lain ia menyaksikan kondisi bangunan rumah yang mulai reot, selain karena kondisi fisik bangunan yang sudah tua, fondasi rumah yang terbuat dari kayu juga tanahnya ikut terkikis akibat abrasi.
“Saya menyaksikan langsung. Kondisinya sangat miris dan memperhatinkan. Dimana sejumlah rumah warga terlihat miring karena tiang penyangga bangunan tidak lagi bersentuh tanah, tapi tergantung, karena kondisi tanah terkikis arus sungai akibat abrasi,” bebernya.
Kondisi ini, kata Hj. Rahmawati tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Harus segera ditangani. Karena jika dibiarkan tidak menutup, kemungkinan air sungai akan terus mengikis tanah bangunan rumah warga di pinggir sungai.
“Ternyata selain usulan bedah rumah kita juga melihat situasi dan kondisi bangunan rumah yang memperihatinkan. Abrasi sungai ini sampai di bawah kolong rumah warga,” jelasnya.
Parahnya lagi, ketika misalnya pasang, air sungai masuk ke kolong rumah warga membuat tanah bangunan rumah warga terkikis dan sungai semakin melebar. “Tidak boleh kita biarkan begini terus harus ditangani segera. Solusi dalam waktu dekat, kita mengusulkan pemasangan karung berisi pasir supaya bisa menahan sedikit tanah bangunan rumah warga, tapi ini tidak bisa bertahan lama mesti ada solusi jangka panjang,” terangnya.
Ia mendorong Lurah setempat supaya bisa mencarikan solusi bersama, supaya abrasi sungai tidak semakin parah. (*)
Penulis: Martinus
Editor: Yusva Alam


