TARAKAN — Sektor keuangan syariah di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kaltara mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh sebesar 12,93 persen secara tahunan.
Kepala KPwBI Kaltara, Hasiando Ginsar Manik, mengatakan capaian tersebut mencerminkan semakin kuatnya ekosistem ekonomi syariah di daerah. Hal itu disampaikan saat pembukaan puncak Kaltara Sharia Festival (KaShaFa) 2026 di halaman Masjid Baitul Izza Islamic Center, Tarakan, Jumat (24/4/2026).
Menurut dia, pertumbuhan tersebut tidak hanya menunjukkan meningkatnya akses pembiayaan, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan syariah.
“Pertumbuhan perbankan syariah kita mencapai 12,93 persen. Ini menunjukkan semakin kuatnya ekosistem ekonomi syariah di daerah, baik dari sisi akses pembiayaan maupun dukungan terhadap ekspansi usaha,” ujar Hasiando.
Selain sektor keuangan, perkembangan juga terlihat pada sektor riil, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sepanjang 2025, jumlah UMKM di Kaltara yang telah tersertifikasi halal meningkat hingga 64 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Hasiando menilai, peningkatan tersebut menjadi indikator penting dalam memperkuat rantai nilai halal di daerah. Kombinasi antara akses pembiayaan syariah dan peningkatan kualitas produk dinilai mampu mendorong ekonomi syariah sebagai sumber pertumbuhan baru.
“Kita ingin seluruh progres ini terukur, termasuk dari sisi jumlah UMKM yang telah memiliki sertifikasi halal,” katanya.
Dalam penyelenggaraan KaShaFa 2026, Bank Indonesia Kaltara menggandeng sejumlah lembaga jasa keuangan syariah, seperti BSI, Bank Muamalat, Bank Kaltimtara Syariah, dan Pegadaian Syariah, guna memperluas akses layanan keuangan kepada masyarakat.
Festival yang melibatkan 54 UMKM unggulan tersebut ditargetkan mencatatkan transaksi hingga Rp3 miliar, meningkat dari realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp2,6 miliar. Melalui tema “Penguatan Halal Value Chain”, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara sektor keuangan, pemerintah, dan pelaku usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Kalimantan Utara. (apc/and)
Reporter: Ade Prasetia
Editor: Andhika


