Industri Hulu Migas Kaltim Tunjukkan Tren Positif di 2026

JAKARTA — PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) mencatat capaian produksi minyak dan gas bumi (migas) yang melampaui target pada awal tahun 2026. Kinerja positif tersebut ditopang optimalisasi lapangan eksisting serta strategi peningkatan produksi yang terus dijalankan perusahaan.

Pada periode Januari hingga Februari 2026, produksi minyak PHI tercatat mencapai sekitar 60.300 barel per hari (BPH), melampaui target sebesar 49.400 BPH atau setara 122 persen dari target perusahaan.

Sementara itu, produksi gas juga menunjukkan performa positif dengan realisasi sekitar 606.000 MSCFD, melampaui target 583.000 MSCFD atau sekitar 104 persen.

Capaian tersebut disampaikan Senior Manager Relations PHI, Handri Ramdhani, dalam kegiatan Media Gathering Bincang Asik Soal Migas ala PHI (BASO IGA PHI) di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

“Pada 2025 produksi minyak PHI mencapai 58.000 bph dari target 56.000 bph atau 104 persen dari target. Sementara untuk gas, realisasi 2025 sebesar 630.000 MSCFD dari target 629.000 MSCFD,” ujar Handri.

Ia menjelaskan, salah satu kontributor utama capaian produksi berasal dari PT Pertamina Hulu Mahakam yang mengelola Blok Mahakam di Kalimantan Timur.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung target ketahanan dan kemandirian energi nasional di tengah tingginya kebutuhan energi domestik.

“Sebenarnya kalau yang saya pahami, swasembada energi itu artinya kita bisa memenuhi kebutuhan energi kita sendiri,” katanya.

Meski demikian, Handri mengakui produksi minyak nasional saat ini masih belum mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, sehingga diperlukan berbagai langkah strategis untuk meningkatkan produksi secara berkelanjutan.

Untuk itu, PHI terus melakukan optimalisasi produksi melalui pengeboran sumur baru serta eksplorasi wilayah potensial.

Beberapa proyek eksplorasi baru yang disiapkan pada 2026 di antaranya berada di wilayah SS113 Blok Mahakam, TKLN 001 Tingkilan, dan SKBL 001 Sungai Besar.

Menurut Handri, pengembangan tersebut diharapkan mampu membuka cadangan baru sekaligus memperkuat produksi migas jangka panjang.

“Kita juga mendukung target itu dengan melakukan upaya-upaya maksimal untuk peningkatan produksi. Makanya tadi saya sampaikan bahwa kita bisa mencapai target dan di atas target itu sudah luar biasa,” tegasnya.

Dengan kombinasi optimalisasi lapangan eksisting dan eksplorasi baru, PHI berharap dapat terus memperkuat kontribusi sektor hulu migas terhadap ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap impor energi.

Penulis: Fajri
Editor: Agus S

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER