TARAKAN – Sebuah rumah di RT 5, Kelurahan Lingkas Ujung, Kecamatan Tarakan Timur mengalami longsor pada bagian belakang, Kamis (9/4/2026) sekitar pukul 05.30 WITA. Peristiwa ini sempat membuat penghuni rumah panik setelah mendengar suara mencurigakan dari arah dapur.
Pemilik rumah, Salma, mengaku awalnya mengira suara tersebut berasal dari monyet yang sering terlihat di sekitar permukiman. “Awalnya saya kira monyet loncat-loncat. Lagi cuci piring, dengar suara ribut di belakang. Di sini memang kadang ada monyet dari atas tangki,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Namun, dugaan itu berubah setelah ia melihat langsung kondisi di belakang rumahnya yang sudah jebol akibat longsor. “Pas dilihat, ternyata bukan. Ternyata tanah di belakang sudah longsor, bagian dapur hancur,” katanya.
Salma menjelaskan, kejadian longsor bukan pertama kali terjadi. Ia menyebut sudah dua kali rumahnya terdampak longsor sejak menempati lokasi tersebut. “Sudah dua kali kejadian begini. Yang pertama saya lupa tahun berapa, sekarang kejadian lagi,” ungkapnya.
Akibat kejadian ini, bagian dapur rumah mengalami kerusakan cukup parah dan tidak lagi layak ditempati.
Salma diketahui telah tinggal di kawasan tersebut sejak tahun 1977, sementara rumah yang ditempatinya dibangun sekitar tahun 1990 di atas lahan milik pribadi. “Tanah ini dulu saya beli sekitar Rp500 ribu. Dulu masih murah sekali,” kenangnya.
Pasca kejadian, sejumlah petugas dari kelurahan dan instansi terkait telah mendatangi lokasi untuk melakukan pendataan. Bantuan darurat juga direncanakan akan diberikan. “Tadi sudah ada petugas datang, katanya didata dulu. Rencananya mau dikasih terpal, masih tunggu bantuan,” ujarnya.
Hingga kini, warga masih menunggu langkah penanganan lanjutan dari pemerintah, termasuk kemungkinan bantuan perbaikan rumah atau relokasi mengingat kondisi tanah yang rawan longsor.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


