TANJUNG SELOR – Permintaan pasar akan kebutuhan lombok di Pasar Induk terus meningkat semenjak memasuki hari Raya Idulfitri beberapa waktu lalu.
Namun, hingga Selasa 24 Maret 2026, harga lombok di Pasar Induk serta beberapa gerai tokoh sembako, masih bertengger di harga Rp 20 ribu per ons atau setara Rp 200 ribu per kilogram.
Naiknya harga lombok, dipicu banyaknya permintaan pasar yang tidak sebanding dengan ketersediaan. Menanjaknya harga cabai di Pasar Induk ini dikeluhkan sebagian orang, salah duanya oleh Kristina dan Tika warga Jelarai Kecamatan Tanjung Selor.
“Harganya naik mas, dan masih bertahan sampai hari ini. Mungkin karena libur lebaran belum banyak orang beladang untuk memetik lombok,” kata Kristina saat ditemui di warung kecilnya.
Ia berharap, harga lombok khususnya cabai lokal ini bisa menurun seusai libur lebaran. Lombok, kata Kristina bisa dibilang menjadi salah satu kebutuhan pokok bagian sebagian orang.
“Mungkin karena dianggap kebutuhan pokok makanya harga naik, warga tetap membeli. Meski dalam jumlah sedikit per ons hanya untuk satu kali konsumsi,” terangnya.
Warga lain, Tika mengaku tetap harus membeli cabai meski harganya masih mahal karena menjadi kebutuhan dapur sehari-hari. Tika bilang, tingginya harga cabai dipicu oleh pasokan yang belum normal dalam beberapa hari terakhir.
Distribusi cabai dari daerah pemasok disebut terganggu akibat banjir yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Bulungan. “Kami berharap harganya segera turun, supaya lombok yang terjual ikut laris manis,” tandasnya. (*)
Penulis: Martinus
Editor: Yusva Alam


