Pemprov Kaltara Pastikan Stok BBM Aman, Belum Ada Dampak Konflik Timur Tengah

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menegaskan hingga saat ini belum ada laporan dari masyarakat terkait kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) seiring gejolak konflik di Timur Tengah.

Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang menyampaikan bahwa ketersediaan BBM di wilayah Kaltara masih dalam kondisi aman dan terkendali. Menurutnya, konflik yang terjadi di Timur Tengah sejauh ini belum berdampak terhadap stabilitas pasokan BBM di wilayah yang dikenal sebagai beranda NKRI.

“Belum ada laporan. Alhamdulillah ketersediaan dan stabilitas BBM di Kaltara masih aman dan terkendali,” kata gubernur belum lama ini.

Meski demikian, Pemprov Kaltara terus melakukan koordinasi dengan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) serta Pertamina untuk memastikan distribusi BBM, khususnya ke wilayah perbatasan, tidak mengalami kendala.

“Kami juga sudah menyampaikan surat ke BPH Migas untuk menambah kuota BBM, khususnya di wilayah Malinau,” ujarnya.

Usulan penambahan kuota BBM tersebut diajukan mengingat meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri 2026.

“Kita tahu kekurangan BBM di Malinau ini cukup sering terjadi. Dengan usulan tambahan kuota, diharapkan dapat menutupi kebutuhan masyarakat yang masih tinggi,” jelasnya.

Gubernur juga mengusulkan agar penambahan kuota BBM di beberapa kabupaten di Kaltara, dapat ditingkatkan hingga 20 persen dari kuota yang ada saat ini.

“Makanya saya bersurat ke BPH Migas untuk meminta penambahan kuota di beberapa kabupaten di Provinsi Kalimantan Utara. Penambahannya kami minta sekitar 20 persen dari yang ada sekarang,” ungkapnya.

Penambahan kuota tersebut diharapkan tidak hanya berlaku selama Ramadan dan menjelang Idulfitri, tetapi dapat terus berlanjut setelahnya.

“Bukan hanya saat Ramadan atau sebelum lebaran saja, tetapi juga berlanjut setelah lebaran, karena kebutuhan masyarakat memang cukup tinggi,” tuturnya.

Ia juga memastikan hingga kini belum ada indikasi panic buying soal kebutuhan BBM di Kalimantan Utara. “Insya Allah di Kaltara tidak ada panic buying. Sampai sekarang laporan yang kami terima, kondisi BBM masih aman,” katanya.

Selain itu, Pemprov Kaltara juga belum menerima laporan dari masyarakat terkait kemungkinan adanya kenaikan harga BBM di sejumlah daerah.

“Belum ada. Sampai saat ini saya belum mendapat laporan adanya kenaikan harga BBM. Saya kira pemerintah pusat juga belum akan menaikkan harga BBM,” tandasnya. (*)

Penulis: Martinus
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER