TARAKAN – Harga sejumlah bahan pokok di Kota Tarakan mulai mengalami kenaikan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kenaikan paling terasa terjadi pada komoditas cabai dan daging ayam potong yang dijual di pasar tradisional.
Pantauan di Pasar Tenguyun menunjukkan harga cabai rawit merah kini menembus Rp140 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya sekitar Rp130 ribu per kilogram. Selain itu, cabai keriting juga mengalami kenaikan dari Rp40 ribu menjadi Rp45 ribu per kilogram, sedangkan cabai besar naik dari Rp35 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram.
Salah satu pedagang sembako di Pasar Tenguyun, Jumiati, mengatakan kenaikan harga cabai sudah terjadi dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, meningkatnya permintaan menjelang Lebaran serta kenaikan harga dari daerah pemasok turut memengaruhi kondisi tersebut.
“Cabai rawit merah itu sebelumnya Rp130 ribu, sekarang Rp150 ribu per kilo. Kalau cabai keriting sekarang Rp45 ribu, sebelumnya Rp40 ribu. Cabai besar juga naik dari Rp35 ribu jadi Rp40 ribu,” ujarnya, Minggu (15/3/2026).
Dia menambahkan sebagian pasokan cabai di Tarakan berasal dari Sulawesi yang saat ini juga mengalami kenaikan harga.
“Biasanya karena mau menyambut Lebaran juga. Barang dari Sulawesi juga sudah agak mahal,” katanya.
Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas daging ayam potong. Di Pasar Tenguyun, harga ayam lokal saat ini dijual sekitar Rp48 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya sekitar Rp45 ribu per kilogram. Pedagang ayam potong di pasar tersebut, Riyan, mengatakan harga ayam yang diterima pedagang dipengaruhi oleh harga dari pihak pemasok atau inti.
“Sekarang harga ayam potong sekitar Rp48 ribu sampai Rp50 ribu per kilo. Sebelumnya masih sekitar Rp45 ribu,” ujarnya.
Selain harga yang meningkat, stok ayam lokal di pasaran juga mulai terbatas. Para pedagang saat ini hanya mendapatkan pasokan sekitar 50 ekor ayam per hari.
“Sekarang stoknya juga agak kurang. Kami cuma dijatah 50 ekor sehari. Biasanya bisa minta tambah, tapi sekarang tidak bisa,” katanya.
Menanggapi kondisi tersebut, Wali Kota Tarakan, Khairul mengatakan secara umum harga kebutuhan pokok di Tarakan masih relatif terkendali meskipun terdapat kenaikan pada beberapa komoditas menjelang Lebaran.
Menurutnya, kenaikan harga pada cabai, bawang, dan daging ayam merupakan fenomena yang lazim terjadi menjelang hari besar keagamaan karena meningkatnya permintaan masyarakat.
Meski demikian, Khairul memastikan stok bahan pokok di Tarakan masih dalam kondisi aman. Bahkan, pemerintah daerah telah menyiapkan tambahan stok ayam beku sekitar 60 ton untuk menjaga ketersediaan di pasaran.
Pemerintah Kota Tarakan juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying menjelang Lebaran karena pasokan bahan pokok dinilai masih mencukupi. (apc/and)
Reporter: Ade Prasetia
Editor: Andhika


