TARAKAN – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan tinggi gelombang di perairan Tarakan dan sekitarnya, berada pada kategori rendah hingga sedang selama 14–16 Maret 2026.
Kepala BMKG Tarakan, M Sulam Khilmi mengatakan, berdasarkan peta prakiraan gelombang yang dirilis BMKG, tinggi gelombang di sejumlah perairan di Kalimantan Utara diperkirakan berkisar antara 0,1 meter hingga 2,5 meter.
Wilayah yang diprakirakan mengalami kondisi tersebut meliputi perairan Tarakan, Tanjung Selor, dan Nunukan. “Gelombang dengan ketinggian tersebut masuk kategori sedang dan berpotensi memengaruhi aktivitas pelayaran, terutama perahu nelayan berukuran kecil,” ujar Khilmi, Jumat (13/3/2026).
BMKG menjelaskan, kondisi gelombang ini dipengaruhi oleh pola angin di perairan Kalimantan Utara, yang umumnya bergerak dari arah utara hingga timur laut dengan kecepatan sekitar 8–20 knot.
Pola angin tersebut memicu pembentukan gelombang di sejumlah wilayah perairan, termasuk perairan Tarakan, Nunukan, hingga Tanjung Selor. Meski belum masuk kategori tinggi, BMKG tetap mengingatkan pengguna transportasi laut untuk waspada. Terutama bagi nelayan tradisional dan kapal kecil yang beraktivitas di perairan terbuka.
Selain itu, BMKG juga memprakirakan kondisi cuaca menjelang hingga saat Lebaran masih didominasi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Sulam menjelaskan, kondisi ini dipengaruhi oleh monsun Asia yang masih aktif membawa uap air cukup tinggi dari wilayah Asia menuju Kalimantan Utara, termasuk Tarakan. “Uap air yang tinggi tersebut memicu pertumbuhan awan hujan di wilayah Tarakan dan sekitarnya,” jelasnya.
BMKG pun mengimbau masyarakat pesisir, nelayan, serta operator kapal penyeberangan agar terus memantau perkembangan cuaca dan informasi resmi sebelum beraktivitas di laut.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


