TARAKAN – Kondisi cuaca panas dalam beberapa hari terakhir meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Tarakan. Masyarakat pun diminta lebih waspada dan menghindari aktivitas pembakaran lahan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan, Yonsep, mengatakan selain faktor cuaca kering, proses pemadaman kebakaran lahan di lapangan juga kerap menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait akses menuju lokasi serta ketersediaan sumber air.
Menurutnya, sebagian titik kebakaran berada cukup jauh dari akses jalan sehingga kendaraan pemadam tidak dapat menjangkau langsung ke lokasi. “Jika jarak api 200 sampai 500 meter ke dalam tentu sulit dijangkau kendaraan. Kami biasanya menggunakan peralatan portable. Tapi kalau sumber air tidak ada, itu juga menjadi kendala,” ujarnya, Kamis (12/3/2026).
Dia menjelaskan, kondisi lahan di Tarakan saat ini sebagian besar berupa semak belukar sehingga api relatif mudah menjalar, terlebih saat angin bertiup kencang. “Meskipun dibackup oleh PMK dan kehutanan, tetap saja penanganannya cukup sulit karena api cepat menyebar ketika angin kencang,” katanya.
Karena itu BPBD Tarakan mengimbau masyarakat yang membuka lahan atau berkebun agar menyediakan kolam atau tampungan air di sekitar lokasi. “Kalau ada kolam di kebun atau di sekitar lahan, bisa kita gunakan untuk mesin portable saat pemadaman. Tapi sejauh ini baru sebagian masyarakat yang punya, biasanya yang membuat kolam ikan,” jelasnya.
Selain itu masyarakat juga diminta segera melaporkan jika terjadi kebakaran agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat. “Sering kali laporan masuk setelah api sudah membesar. Itu membuat proses pemadaman lebih sulit,” tambahnya.
Sementara itu Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan PMK) Tarakan, Sofyan, melalui Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Eko Supriyatnoko, mengatakan pihaknya terus memantau sejumlah titik rawan kebakaran seiring kondisi cuaca panas yang masih terjadi.
Selama Februari 2026 tercatat tiga kejadian kebakaran lahan yang lokasinya berada dekat permukiman warga. Jumlah tersebut menurun dibandingkan Januari yang mencapai sembilan kejadian.
Beberapa lokasi kebakaran pada Februari antara lain di Juata Laut RT 20 Padat Karya, RT 21 Perumahan PNS, serta Jalan Bukit Mandiri RT 17.
Sementara hingga 10 Maret 2026, PMK Tarakan mencatat sedikitnya empat kejadian kebakaran lahan. “Dengan cuaca panas beberapa hari terakhir ini kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan menghindari pembakaran lahan,” pungkas Eko.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


