TARAKAN – Sejumlah harga bahan pokok di Kota Tarakan mulai merangkak naik menjelang Lebaran. Kenaikan paling terasa terjadi pada komoditas lombok (cabai) dan telur ayam yang dijual di Pasar Gusher Tarakan.
Berdasarkan pantauan pada Minggu (8/3/2026), harga lombok mengalami lonjakan cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir. Salah satu pedagang, Ana Banna, mengatakan harga lombok yang sebelumnya sekitar Rp90 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp135 ribu hingga Rp140 ribu per kilogram.
“Naiknya sudah dua hari ini. Dari Rp90 ribu sekarang Rp135 sampai Rp140 ribu. Kenaikannya sekitar 70 persen,” ujarnya.
Menurutnya, kenaikan harga dipicu oleh menipisnya pasokan dari petani lokal. Selama ini, sebagian pasokan lombok berasal dari wilayah Kelurahan Juata. Namun dalam beberapa hari terakhir stok berkurang, sementara pasokan dari luar daerah juga belum masuk. “Pasokan dari Juata menipis, dari luar juga belum ada masuk, jadi harganya naik,” jelasnya.
Meski harga melonjak, ia menyebut daya beli masyarakat masih relatif normal. Pembeli tetap datang seperti biasanya untuk memenuhi kebutuhan harian.
Selain lombok, harga telur ayam juga mulai mengalami kenaikan. Pedagang telur Ahmad Yani menyebut pasokan telur ke Tarakan sempat terganggu karena kendala transportasi laut. “Stok telur sempat menipis karena kapal kayu yang bawa barang kemarin ada kerusakan dan terkendala cuaca,” katanya.
Akibat berkurangnya pasokan, harga telur ikut merangkak naik. Untuk telur ukuran besar kini dijual sekitar Rp70 ribu per piring, sedangkan ukuran kecil berkisar Rp66 ribu hingga Rp68 ribu per piring.
Sebelumnya, telur ukuran kecil masih dijual di kisaran Rp58 ribu hingga Rp60 ribu per piring. Artinya, terjadi kenaikan sekitar Rp6 ribu dalam beberapa hari terakhir.
Ahmad Yani berharap pasokan telur kembali lancar menjelang Lebaran agar harga tidak terus naik. Dia juga mengaku sebagian pembeli mulai mempertanyakan kenaikan harga di tengah meningkatnya kebutuhan selama Ramadan.
“Pembeli ada yang mengeluh juga, kenapa kalau puasa kebutuhan banyak harga malah naik. Tapi untuk pembelian sejauh ini masih normal,” pungkasnya. (apc/and)
Reporter: Ade Prasetia
Editor: Andhika


