Demi Keamanan, Jemaah Umrah Tarakan Diminta Menunda Keberangkatan

TARAKAN – Meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah mendorong Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Tarakan mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh jemaah umrah asal Kota Tarakan, untuk menunda keberangkatan sementara waktu.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipatif, menyusul situasi keamanan yang belum stabil akibat konflik yang melibatkan sejumlah negara di kawasan tersebut.

Penundaan ini juga berlaku bagi seluruh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) dan biro travel yang memberangkatkan jemaah dari Tarakan.

Kepala Kantor Kemenhaj Tarakan, Asmawan, menegaskan bahwa keputusan tersebut semata-mata untuk memastikan keselamatan jemaah. Menurutnya, pemerintah tidak ingin mengambil risiko di tengah kondisi geopolitik yang dinamis dan berpotensi berdampak pada penerbangan internasional menuju Arab Saudi. “Kami mengutamakan aspek keselamatan. Untuk sementara, keberangkatan umrah sebaiknya ditunda hingga situasi benar-benar kondusif,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).

Selain faktor keamanan, penyesuaian operasional penerbangan internasional juga menjadi perhatian. Sejumlah maskapai dilaporkan melakukan perubahan jadwal, termasuk kemungkinan penundaan dan pembatalan penerbangan yang melintasi wilayah udara terdampak konflik.

Kemenhaj Tarakan juga meminta PPIU aktif melaporkan data jemaah yang terdampak, agar proses pemantauan dan koordinasi dapat berjalan optimal. “Namun hingga saat ini, laporan resmi jumlah jemaah yang menunda keberangkatan masih dalam proses pendataan,” jelasnya.

Di tingkat pusat, Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, sebelumnya turut mengimbau masyarakat untuk bersikap tenang dan tidak panik. Dia menegaskan bahwa keselamatan dan kenyamanan jemaah Indonesia menjadi prioritas pemerintah.

Kemenhaj juga mengingatkan calon jemaah untuk terus memantau informasi resmi dari maskapai, PPIU, serta kanal komunikasi pemerintah agar tidak terpengaruh kabar yang belum terverifikasi.

Pemerintah berharap kondisi di kawasan Timur Tengah segera membaik, sehingga aktivitas ibadah umrah dapat kembali berjalan normal tanpa mengurangi rasa aman dan nyaman bagi jemaah. (APC)

Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER