TARAKAN – Persoalan kemasan makanan hingga belum tersosialisasinya alur pengaduan, menjadi catatan penting dalam evaluasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Tarakan.
Hal itu mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi II DPRD Tarakan dengan mengundang pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Selasa (3/3/2026). Sejumlah kendala teknis dibahas, termasuk mekanisme penyampaian keluhan dari orang tua siswa yang dinilai belum dipublikasikan secara jelas.
Ketua Komisi II DPRD Tarakan, Simon Patino, menegaskan bahwa prosedur pelaporan sebenarnya sudah ada, namun belum tersampaikan secara luas kepada masyarakat. “Akibatnya, banyak keluhan beredar melalui media sosial tanpa melalui jalur resmi,” katanya.
Dia menjelaskan, orang tua yang ingin menyampaikan keluhan terkait kualitas makanan, kemasan, maupun hal teknis lainnya seharusnya melapor melalui penanggung jawab atau langsung ke dapur SPPG agar dapat segera ditindaklanjuti sesuai mekanisme.
Selain itu, persoalan kemasan turut menjadi perhatian. Beberapa dapur diketahui masih menggunakan kantong plastik karena keterbatasan fasilitas seperti kemasan mika atau vakum makanan yang belum tersedia di Tarakan. Meski demikian, ditegaskan bahwa keterbatasan tersebut tidak memengaruhi kualitas makanan yang disajikan, melainkan hanya berdampak pada variasi.
Dalam evaluasi tersebut juga terungkap masih adanya sekolah yang belum menerima MBG secara merata. Berdasarkan data yang dipaparkan, terdapat 28 sekolah yang sempat belum terlayani, terdiri dari 20 SD dan 8 SMP, baik negeri maupun swasta, khususnya di wilayah Tarakan Timur.
Namun sejumlah dapur yang sebelumnya belum beroperasi dikabarkan segera aktif kembali. Beberapa di antaranya dijadwalkan mulai beroperasi dalam waktu dekat, sehingga diharapkan seluruh sekolah di Kota Tarakan dapat segera menerima manfaat program tersebut secara menyeluruh.
“Melalui evaluasi ini, diharapkan pelaksanaan MBG ke depan lebih tertata, baik dari sisi teknis distribusi maupun mekanisme komunikasi dengan orang tua siswa,” jelasnya. (APC)
Editor: Yusva Alam


