TARAKAN – Aksi kriminal yang kian marak di Kota Tarakan membuat pemerintah daerah memutar otak. Keterbatasan anggaran tak menyurutkan langkah. Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Tarakan (DKISP) kini mendorong kolaborasi dengan RT, untuk memperluas pemasangan CCTV melalui skema swadaya masyarakat.
Kepala DKISP Tarakan, Endah Sarastiningsih, mengatakan pengelolaan CCTV secara teknis berada di bawah UPT Tarakan Common Center (TCC). Hingga saat ini, jumlah kamera pengawas yang terpasang baru 29 titik dan belum menjangkau seluruh wilayah kota.
“Penambahan titik tidak bisa sembarangan. Harus dipastikan ada listrik dan jaringan internet yang terhubung dengan sistem pemerintah daerah, agar bisa terintegrasi dengan pusat pemantauan,” kata Endah, Jumat (27/2/2026).
Sepanjang 2025, DKISP menambah tiga titik CCTV. Dua di kawasan Markoni, tepatnya di perempatan lampu lalu lintas yang padat. Satu titik lainnya berada di pertigaan Intraca yang kini masih dalam tahap penentuan posisi agar jangkauan kamera maksimal.
Untuk 2026, penambahan CCTV masih diupayakan melalui perubahan anggaran. Namun di tengah keterbatasan fiskal, DKISP mulai membuka peluang kolaborasi dengan RT. “Kami ingin berkolaborasi dengan RT, minimal satu titik di wilayah rawan. Ini bisa jadi uji coba,” ujarnya.
Dalam skema tersebut, pengadaan perangkat bisa dilakukan melalui swadaya warga. Sementara sistem pemantauan tetap terhubung dengan TCC yang beroperasi 24 jam. Dengan pola ini, perluasan CCTV diharapkan tidak sepenuhnya bergantung pada APBD.
Permintaan pemasangan CCTV juga datang dari wilayah Selumit Pantai. Namun kawasan itu masih terkendala jaringan internet yang belum sepenuhnya terjangkau, sehingga membutuhkan tambahan infrastruktur sebelum pemasangan dilakukan.
Menurut Endah, dukungan masyarakat terhadap pemasangan CCTV cukup tinggi karena berkaitan langsung dengan keamanan lingkungan. Kamera pengawas dinilai membantu mengungkap kasus pencurian, memantau potensi kebakaran, hingga merespons isu yang meresahkan warga. “Kalau listrik mungkin masih bisa kita atur, tapi internetnya itu yang harus kita pikirkan. Karena kalau tidak tersambung ke sistem kita, ya percuma,” tegasnya.
Selain jaringan, aspek keamanan perangkat juga menjadi perhatian. CCTV harus dipasang di titik tinggi agar aman dari pencurian sekaligus memiliki sudut pandang luas.
Meski tak bisa dilakukan secara instan, DKISP memastikan komitmen memperkuat sistem pengawasan kota tetap berjalan. Kolaborasi dengan RT diharapkan menjadi jalan tengah untuk menjawab kebutuhan keamanan warga di tengah keterbatasan anggaran.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


