Bangunan Swa Foto di Kebun Raya Bundayati Beroperasi Setelah Lebaran

TANJUNG SELOR – Pembangunan bangunan swa foto di kawasan Kebun Raya Bunda Hayati secara fisik telah dinyatakan rampung. Meski demikian, fasilitas tersebut hingga kini belum difungsikan untuk masyarakat umum.

Bupati Bulungan, Syarwani, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa belum dioperasikannya bangunan tersebut lantaran masih terdapat sejumlah pekerjaan tambahan yang perlu diselesaikan. Pemerintah daerah ingin memastikan seluruh sarana dan prasarana benar-benar siap sebelum dibuka untuk publik.

“Belum, itu belum difungsikan karena masih ada pengerjaan tambahan dan ditargetkan fungsionalnya bisa dinikmati setelah Lebaran,” ujar Syarwani beberapa waktu lalu.

Ia menegaskan, penyempurnaan fasilitas dilakukan agar bangunan swa foto tersebut tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga aman dan nyaman bagi pengunjung.

Pemerintah Kabupaten Bulungan menargetkan setelah perayaan Idulfitri, masyarakat sudah dapat menikmati wahana baru tersebut sebagai salah satu daya tarik wisata di Tanjung Selor.

Lebih lanjut, Syarwani mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 masih terdapat sejumlah rencana intervensi pembangunan lanjutan di Kebun Raya Bunda Hayati. Beberapa di antaranya berada di bawah koordinasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH), seperti pembangunan gapura kawasan, penataan titik pusat informasi (PIC), serta pembangunan kurang lebih 10 unit toilet untuk menunjang kenyamanan pengunjung.

Selain itu, terdapat pula rencana pembangunan ruang ganti dan mushola,  amphitheater untuk mendukung kegiatan seni dan pertunjukan terbuka, hingga wahana labirin yang dirancang sebagai area bermain anak. Tidak hanya itu, pemerintah juga merencanakan pembangunan embung mini yang akan dibangun di dekat menara pantau kawasan labirin.

“Labirin itu konsepnya tempat bermain anak-anak akan tetapi tetap dipantau. Karena khawatirnya anak-anak bisa masuk areanya tapi tidak bisa keluar sehingga harus dipantau,” jelasnya.

Menurutnya, aspek keamanan menjadi perhatian utama dalam setiap pengembangan fasilitas, terutama yang diperuntukkan bagi anak-anak dan keluarga.

Dengan konsep tersebut, kawasan Kebun Raya Bunda Hayati diharapkan semakin ramah keluarga dan menjadi ruang terbuka hijau yang edukatif sekaligus rekreatif.

Tak hanya itu, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), pemerintah daerah juga merencanakan pembangunan tiga rumah adat yang merepresentasikan budaya Dayak, Bulungan, dan Tidung.

Kehadiran rumah adat ini diharapkan dapat memperkuat nilai kearifan lokal serta menjadi sarana edukasi budaya bagi generasi muda. Secara keseluruhan, pemerintah menargetkan seluruh rangkaian pembangunan tambahan tersebut dapat rampung pada tahun 2026. Dengan berbagai penambahan fasilitas itu,

Kebun Raya Bunda Hayati diproyeksikan menjadi salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Bulungan, yang memadukan konsep wisata alam, edukasi, budaya, dan rekreasi keluarga. (*)

Penulis: Martinus
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER