NUSANTARA — Ekosistem ekonomi di Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menunjukkan geliatnya. Sejumlah investor mulai menancapkan komitmen, termasuk PT Maxi Nusantara Raya, perusahaan ritel modern lokal yang dikenal lewat jaringan supermarket premium Maxi Lux.
Perusahaan tersebut resmi menyatakan kesiapannya berinvestasi di kawasan IKN, tepatnya di Wilayah Pengembangan (WP) 1A. Komitmen itu ditegaskan langsung oleh pemilik PT Maxi Nusantara Raya, Soeny Yoewono Koesbandi, saat menghadiri penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Otorita IKN, Rabu (25/2/2026).
“Kami diberi kesempatan untuk berinvestasi di sektor 1A dan memang lokasinya juga bagus. Kami berkomitmen bahwa ini IKN, kita harus jadi,” tegasnya.
Menurutnya, keputusan masuk ke IKN bukan sekadar pertimbangan bisnis. Ia mengaku lebih menitikberatkan pada kontribusi dalam membangun ekosistem ekonomi baru di ibu kota negara. “Untung rugi nomor sekian, kita harus bikin ekosistemnya,” ujar Soeny.
PT Maxi Nusantara Raya dikenal sebagai pengelola swalayan dengan konsep supermarket modern premium. Maxi Lux yang dibuka di Grand City Balikpapan pada Februari 2025 menjadi salah satu contoh konsep ritel yang mengusung kenyamanan belanja sekaligus mendukung produk UMKM lokal.
Di IKN, perusahaan ini akan membangun supermarket modern lengkap dengan area food and beverage di atas lahan seluas kurang lebih 0,21 hektare. Lokasinya berada di kawasan strategis yang berdekatan dengan perkantoran pemerintahan dan swasta, sehingga dinilai memiliki aksesibilitas tinggi bagi penghuni dan pekerja di IKN.
PT Maxi Nusantara Raya menjadi satu dari tiga investor yang pada hari yang sama menandatangani PKS dengan Otorita IKN. Ketiga investor tersebut akan mengembangkan pusat perbelanjaan, kawasan kuliner, hingga fasilitas olahraga yang tersebar di WP 1A dan 1C.
Masuknya ritel modern berskala premium ini dinilai menjadi bagian penting dalam membentuk ekosistem ekonomi yang berkelanjutan di IKN. Kehadiran pusat perbelanjaan tidak hanya mendukung kebutuhan masyarakat, tetapi juga menjadi katalis pertumbuhan sektor UMKM, jasa, dan industri pendukung lainnya.
Dengan komitmen tersebut, geliat investasi di IKN semakin menunjukkan arah bahwa kawasan ini tidak hanya dibangun sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga sebagai simpul ekonomi baru yang terintegrasi. (MK)
Editor: Agus S


