Industri Tarakan Tumbuh Pesat, 1.400 Usaha Baru Tercatat

TARAKAN – Sektor industri di Kota Tarakan terus menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir. Kepala Bidang Perindustrian dan Tenaga Kerja Disperindagker Tarakan, Murliadi Palham, menyampaikan peningkatan itu berdasarkan data Online Single Submission (OSS) 2020–2024.

Murliadi mengungkapkan, data OSS dalam empat tahun terakhir tercatat sekitar 1.400 Nomor Induk Berusaha (NIB) di sektor industri. “Dengan serapan tenaga kerja mencapai 14.202 orang. Pertumbuhan industri Tarakan disebut stabil dan mencapai rata-rata 11,2 persen per tahun,” ujarnya Senin (17/11/2025).

Sektor yang berkembang meliputi pengolahan hasil perikanan, kelautan, dan pertanian. Produk unggulan seperti bantai, ikan asap, keripik, dan olahan ikan lainnya kini sudah dipasarkan di berbagai platform e-commerce nasional, mulai Shopee hingga Tokopedia.

Meski tumbuh, tantangan masih dihadapi para pelaku industri, terutama soal manajemen usaha, keterampilan produksi, teknologi, dan pemasaran. Karena itu, pelatihan dan pembinaan dianggap penting untuk memperkuat industri kecil.

Sepanjang 2024, Disperindagker telah memfasilitasi 245 pelaku usaha melalui program pendaftaran merek, sertifikasi halal, uji mutu, pelatihan manajemen, hingga pengolahan produk.

Pemerintah Kota Tarakan juga berupaya memperluas kolaborasi dengan pemerintah pusat, provinsi, perbankan, BUMN/BUMD, perguruan tinggi, dan lembaga pembiayaan guna meningkatkan daya saing industri daerah.

“Semoga lahir wirausaha-wirausaha baru yang inovatif, produktif, dan mampu menjadi penggerak ekonomi Kota Tarakan maupun Kalimantan Utara,” harap Murliadi.

Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

BERITA POPULER