Jumlah Murid Sekolah Rakyat Tarakan Capai 60, Target Belum Tercapai

TARAKAN – Jumlah murid di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Tarakan kini mencapai 60 anak, terdiri dari 46 siswa tingkat SD dan 14 siswa tingkat SMP. Meski terus bertambah sejak dibuka, jumlah tersebut masih belum memenuhi target 100 anak yang ditetapkan sebelum Desember 2025.

Kepala Sekolah SRT 59 Tarakan, Marisa Aulia, mengatakan pihaknya terus berupaya menambah jumlah peserta didik melalui berbagai langkah kolaboratif.

“Kami bekerja sama dengan Dinas Sosial, sekolah-sekolah yang memiliki murid putus sekolah, dan juga mempromosikan Sekolah Rakyat melalui media sosial dengan bantuan para wartawan,” ujarnya, Kamis (13/11/2025).

Menurut Marisa, sebagian besar murid yang bergabung merupakan anak-anak yang sebelumnya tidak bersekolah atau sempat putus sekolah. Kehadiran SRT Tarakan menjadi wadah baru bagi mereka untuk mendapatkan kembali akses pendidikan.

“Alhamdulillah, meskipun latar belakang anak-anak berbeda-beda, semangat mereka untuk belajar sangat tinggi,” tambahnya.

Sementara itu, SRT Tarakan saat ini masih menjalankan program matrikulasi yang dimulai sejak 14 Oktober 2025 dan akan berlangsung selama tiga bulan. Program ini menjadi tahap persiapan sebelum pelaksanaan pembelajaran formal pada awal 2026.

Marisa juga mengapresiasi dedikasi para guru, wali asuh, dan wali asrama yang berperan besar dalam menciptakan suasana belajar yang positif.

“Guru-guru di Sekolah Rakyat sangat kreatif dan sabar, sehingga anak-anak merasa nyaman. Dukungan wali asuh dan wali asrama juga menanamkan disiplin serta tanggung jawab pada siswa,” tutupnya. (apc/and)

Reporter: Ade Prasetia
Editor: Andhika

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

BERITA POPULER