TARAKAN – Jumlah kasus kebakaran di Kota Tarakan mengalami penurunan signifikan sepanjang Januari hingga Oktober 2025. Berdasarkan data Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (PMK) Tarakan, tercatat 50 kejadian kebakaran dalam sepuluh bulan terakhir. Angka ini turun dibanding periode yang sama tahun 2024 yang mencapai 65 kejadian.
Kepala Seksi (Kasi) PMK dan Penyelamatan Tarakan, Irwan, mengatakan penurunan tersebut menjadi indikator positif meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebakaran. Selain faktor kewaspadaan, upaya masif dari petugas pemadam dalam memberikan edukasi kepada warga juga berperan besar.
“Penurunan ini tentu karena masyarakat semakin paham terhadap bahaya kebakaran. Selain itu, Damkar juga tak berhenti memberikan edukasi dan pelatihan pencegahan kebakaran di berbagai wilayah,” ujar Irwan, Kamis (30/10/2025).
Menurutnya, selama ini tim PMK Tarakan aktif turun ke lapangan memberikan penyuluhan dan simulasi pencegahan kebakaran, baik di lingkungan perumahan, perkantoran, maupun sekolah-sekolah. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk membentuk budaya tanggap kebakaran di masyarakat.
“Kami terus memberikan pemahaman dasar, seperti cara menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), menghadapi kebocoran gas LPG, hingga penanganan awal korsleting listrik. Semua ini penting agar masyarakat bisa melakukan tindakan cepat sebelum api membesar,” jelasnya.
Selain pelatihan, PMK Tarakan juga memperkuat respons cepat terhadap laporan warga melalui layanan darurat yang siaga 24 jam. Setiap laporan yang masuk akan segera ditindaklanjuti oleh tim lapangan dengan waktu tanggap yang semakin singkat.
Irwan menambahkan, sebagian besar kebakaran yang terjadi tahun ini disebabkan oleh korsleting listrik dan kelalaian dalam penggunaan kompor gas. Namun, dibanding tahun sebelumnya, jumlah kasus akibat faktor-faktor tersebut cenderung menurun.
“Kami berharap tren penurunan ini bisa terus dipertahankan. Tapi masyarakat jangan sampai lengah, karena kebakaran bisa terjadi kapan saja, bahkan akibat hal kecil seperti charger yang lupa dicabut atau tabung gas bocor,” ujarnya.
Dia juga mengapresiasi peran aktif masyarakat yang kini lebih cepat melapor ketika melihat potensi kebakaran atau mencium bau gas menyengat. Respons dini ini, kata Irwan, sangat membantu petugas dalam mencegah kebakaran besar.“Kesadaran warga untuk segera melapor ke petugas sangat membantu kami. Kolaborasi ini yang ingin terus kami bangun,” tutupnya.
Data PMK Tarakan mencatat, dari total 50 kejadian kebakaran tahun ini, sebagian besar melibatkan rumah atau bangunan, diikuti kebakaran lahan, dan sisanya kebakaran lain seperti kabel listrik, depo sampah, serta kendaraan. Selain itu, petugas juga menangani 457 operasi darurat nonkebakaran, termasuk evakuasi hewan berbahaya seperti ular, biawak, dan lebah madu.
Dengan tren positif ini, PMK Tarakan berharap tingkat kesadaran masyarakat terus meningkat sehingga angka kebakaran bisa terus ditekan hingga akhir tahun. (apc/and)
Reporter: Ade Prasetia
Editor: Andhika


