TENGGARONG – Kecamatan Samboja Barat gencar mengoptimalkan potensi ekonomi lokal melalui inovasi di sektor peternakan dan UMKM. Salah satu terobosan yang dilakukan adalah pengembangan ayam petelur Omega 3 dengan dukungan teknologi tepat guna, yang dikelola oleh peternak di Desa Sungai Merdeka.
Camat Samboja Barat, Burhanuddin, menjelaskan bahwa peternak setempat berhasil menciptakan mesin penetas telur sendiri, sehingga produksi ayam petelur Omega 3 dapat berlangsung lebih efisien dan menambah nilai jual produk. Saat ini, populasi ayam petelur di desa tersebut mencapai 20 ribu ekor dan menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat.
Selain peternakan, pemerintah kecamatan juga menekankan penguatan UMKM. Pendampingan dilakukan mulai dari pelatihan kemasan, sertifikasi halal, hingga legalitas usaha. Perubahan tersebut telah meningkatkan kualitas produk lokal secara signifikan.
“Dulu masih menggunakan kantong kresek, sekarang kemasannya lebih rapi dan menarik. Surat izin dan sertifikasi halal juga kami bantu urus,” ujar Burhanuddin.
Hasilnya terlihat di berbagai pameran. Produk UMKM Samboja Barat mendapat perhatian besar saat mengikuti Bazar UMKM Bankaltimtara di Balikpapan, di mana seluruh 80 produk yang dibawa terjual habis. Lebih lanjut, beberapa produk lokal juga tampil di Ibu Kota Nusantara (IKN) saat kunjungan Wakil Presiden RI, Selvi Ananda Rakabuming Raka.
Burhanuddin menegaskan bahwa pengembangan potensi lokal ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan warga, tetapi juga menegaskan identitas Samboja Barat sebagai kecamatan yang inovatif, produktif, dan mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional. (Adv)


