TENGGARONG – Komitmen Pemerintah Desa (Pemdes) Saliki dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terus dibuktikan melalui langkah konkret. Dengan dukungan Pendapatan Asli Desa (PADes) dan dana sosial dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Desa Saliki berhasil menghadirkan layanan kesehatan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh warga, mulai dari ambulans gratis hingga program pencegahan stunting.
Sekretaris Desa Saliki, Rosmini, menuturkan bahwa sebagian besar PADes Saliki—yang mencapai sekitar Rp 40 juta per tahun—dialokasikan untuk mendukung operasional layanan kesehatan masyarakat, termasuk pembayaran honor sopir ambulans desa.
“Kami punya dua unit mobil ambulans yang berasal dari program Rumah Desa Sehat. Operasionalnya kami biayai dari PADes dan juga dana sosial BUMDes,” jelas Rosmini.
Layanan ambulans tersebut terbuka bagi seluruh warga, terutama mereka yang membutuhkan transportasi medis untuk kontrol rutin maupun penanganan darurat ke rumah sakit. Menariknya, semua layanan diberikan tanpa dipungut biaya.
“Kalau ada warga yang kurang mampu dan harus dirujuk ke rumah sakit, ambulans bisa digunakan kapan saja secara gratis,” tambahnya.
Tak hanya fokus pada layanan darurat, Pemdes Saliki juga memberi perhatian besar terhadap penanganan stunting. Desa yang sempat menjadi lokus stunting ini rutin menggelar pemeriksaan tumbuh kembang anak dengan melibatkan dokter spesialis anak dari Samarinda, guna memastikan diagnosa dilakukan secara profesional.
Pendanaan untuk kegiatan tersebut bersumber dari dana sosial BUMDes, yang menjadi bentuk kepedulian badan usaha desa terhadap peningkatan kualitas hidup warganya.
“Kami ingin dana desa dan hasil usaha BUMDes tidak hanya berputar di bidang ekonomi, tetapi juga menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, terutama kesehatan,” ujar Rosmini.
Dengan pendekatan kolaboratif antara pemerintah desa, BUMDes, dan tenaga kesehatan profesional, Desa Saliki kini menjadi contoh nyata bagaimana pengelolaan PADes dapat diarahkan untuk kesejahteraan masyarakat secara langsung dan berkelanjutan.
Rosmini berharap, inisiatif tersebut dapat menginspirasi desa lain di Kutai Kartanegara untuk menerapkan kebijakan serupa yang berpihak pada kebutuhan masyarakat kecil. (Adv)


