TARAKAN – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Utara memastikan hingga saat ini, belum menerima laporan adanya kasus penempelan atau penggunaan kode QRIS palsu di wilayah Kaltara. Meski demikian, langkah antisipasi terus digencarkan agar masyarakat semakin waspada terhadap potensi penipuan digital.
Kepala KPwBI Kaltara, Hasiando G. Manik, mengatakan, pihaknya terus memperkuat edukasi keamanan transaksi digital di berbagai kalangan. Tidak hanya bagi pelaku usaha, tetapi juga mahasiswa, pelajar, hingga komunitas, agar mereka turut berperan sebagai agen sosialisasi dalam penggunaan QRIS yang aman.
“Kami dorong generasi muda menjadi pelopor dalam mengedukasi masyarakat. Pembayaran dengan QRIS itu cepat, handal, mudah, dan aman, tapi tetap harus waspada agar tidak tertipu oleh QRIS palsu,” jelas Hasiando, Jumat (25/10/2025).
Dia mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan nama rekening tujuan saat melakukan pemindaian kode QR. Langkah sederhana ini penting, untuk memastikan bahwa transaksi benar-benar mengarah ke akun milik pelaku usaha yang sah, bukan ke rekening pihak yang tidak bertanggung jawab.
Menurutnya, sejauh ini kondisi di Kaltara tergolong positif. Belum adanya kasus QRIS palsu menunjukkan bahwa tingkat kewaspadaan dan literasi digital masyarakat semakin baik. Meski begitu, edukasi tetap akan diperkuat agar risiko kejahatan siber tidak muncul di kemudian hari.
“Kita tetap waspada. Walau belum ada kasus di Kaltara, potensi tetap ada. Karena itu, literasi digital dan keamanan transaksi akan terus kami kampanyekan,” tegasnya.
Sementara itu, pertumbuhan penggunaan QRIS di Kalimantan Utara terus menunjukkan tren yang positif, baik dari sisi jumlah pengguna, merchant, maupun nilai transaksi. Data lengkap mengenai perkembangan ini rencananya akan disampaikan Bank Indonesia dalam pertemuan berikutnya bersama media.
Lewat kolaborasi antara Bank Indonesia, perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat, BI berharap digitalisasi sistem pembayaran di Kaltara dapat terus berkembang sejalan dengan peningkatan literasi keuangan digital yang cerdas dan aman.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


