TENGGARONG – Kebutuhan air bersih dan infrastruktur pengairan di Kutai Kartanegara (Kukar) mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat. Pemkab Kukar baru-baru ini memperkuat sinergi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV Samarinda untuk menyepakati kolaborasi strategis lima tahunan dalam rangka pengelolaan sumber daya air.
Kolaborasi ini difokuskan pada peningkatan fasilitas penunjang kebutuhan air bersih masyarakat, sekaligus menata manajemen irigasi dan sungai di wilayah tersebut.
Bupati Kukar, dr Aulia Rahman Basri, menegaskan bahwa langkah ini merupakan kunci untuk memaksimalkan program kerja di sektor pengelolaan air. Menurutnya, koordinasi lintas lembaga sangat penting mengingat BWS memiliki wilayah kerja di Kukar bersama dengan sembilan daerah lainnya di Kalimantan Timur.
“Kami berupaya keras membangun kolaborasi dengan semua pihak yang berkepentingan di Kukar. Sinergi program ini vital agar tidak terjadi tumpang tindih, terutama dalam hal irigasi di mana Pemkab, Pemprov, dan BWS memiliki lokus kerja yang harus saling menyambung dan jelas batasannya,” ujar dr Aulia.
Dalam kesepakatan tersebut, BWS Kalimantan IV memegang peranan utama dalam peningkatan kapasitas intake air baku, memastikan ketersediaan sumber air yang memadai. Sementara itu, Pemkab Kukar mengambil tanggung jawab penuh untuk membangun dan memperluas jaringan distribusi air bersih langsung ke rumah-rumah warga.
“Secara sederhana, BWS memastikan ketersediaan sumber dan pengolahan awal, sedangkan Pemkab Kukar yang menjamin air tersebut sampai ke masyarakat melalui jaringan distribusi yang kami siapkan,” jelas Bupati.
Kesepakatan kerja sama yang telah disetujui ini menandai dimulainya sejumlah program pembangunan infrastruktur air yang direncanakan akan terealisasi secara bertahap dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan ketahanan air dan kualitas hidup masyarakat Kukar. (Adv)


