Pemkab Kukar Dorong Kemandirian Warga Binaan, Lapas Tenggarong Jadi Contoh Pembinaan Produktif

TENGGARONG – Langkah Lapas Kelas IIA Tenggarong dalam membina warga binaan melalui pelatihan kerja dan kegiatan kreatif mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar). Program ini dinilai berhasil menghadirkan ruang pemberdayaan yang bukan hanya membangun keterampilan, tetapi juga memulihkan kepercayaan diri para narapidana agar siap kembali ke masyarakat.

Bupati Kukar, dr Aulia Rahman Basri, menilai pembinaan yang dilakukan Lapas Tenggarong telah sejalan dengan semangat Pemkab Kukar dalam mewujudkan inklusi sosial dan pemberdayaan manusia secara menyeluruh. Menurutnya, hasil karya yang dihasilkan para warga binaan mencerminkan kerja keras dan semangat perubahan yang patut diapresiasi.

“Kita melihat bahwa mereka tidak hanya dibina, tetapi juga benar-benar diberdayakan. Banyak produk yang bernilai ekonomi dan berpotensi dipasarkan lebih luas,” ujar Aulia usai meninjau pameran hasil karya warga binaan dalam rangka HUT ke-80 Republik Indonesia.

Produk yang ditampilkan beragam—mulai dari kerajinan tangan khas Kutai dan Dayak, furnitur kayu, hingga barang kebutuhan rumah tangga yang seluruhnya dibuat dari bahan sederhana namun berkualitas. Tidak hanya itu, sebagian warga binaan juga aktif mengelola lahan pertanian dan peternakan di bawah bimbingan petugas lapas dan mitra swasta.

Menurut Aulia, kegiatan tersebut bukan sekadar pembinaan teknis, tetapi juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai kerja keras dan tanggung jawab. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah mendukung penuh segala bentuk program yang mampu membantu warga binaan kembali produktif setelah bebas.

“Setiap orang punya kesempatan kedua. Kami berharap mereka keluar dari sini dengan keterampilan, mental, dan spiritual yang lebih kuat,” tuturnya.

Sementara itu, pihak lapas berkomitmen untuk terus memperluas program pembinaan, termasuk pelatihan kewirausahaan dan kerajinan yang memiliki nilai jual tinggi. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan kemandirian ekonomi bagi warga binaan dan mengurangi angka residivisme.

Sinergi antara Pemkab Kukar dan Lapas Tenggarong disebut sebagai model kolaborasi yang ideal—memadukan pembinaan moral, spiritual, dan keterampilan dalam satu pendekatan humanis.

“Pembinaan yang menyentuh hati dan membuka peluang adalah kunci rehabilitasi yang sesungguhnya,” pungkas Aulia. (Adv)

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER