UMKM Tarakan Siap Dukung Menu MBG, Koordinasi dengan SPPG Perlu Diperkuat

TARAKAN – Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DKUKMP) Kota Tarakan menyatakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Tarakan berpotensi besar untuk ikut mendukung penyediaan bahan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, koordinasi teknis dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) masih perlu diperkuat agar keterlibatan UMKM bisa lebih optimal.

Kepala Bidang Koperasi dan UMKM DKUKMP Kota Tarakan, Ardiansyah, mengatakan secara umum produk UMKM di Tarakan cukup beragam dan bisa menyesuaikan kebutuhan dapur penyedia menu MBG.

“Ya, tergantung produk UMKM kita dan produk bahan yang diperlukan oleh dapurnya,” ujarnya, Jumat (17/10/2025).

Dia menjelaskan, pada awal peluncuran program, pihaknya sempat mengikuti rapat bersama Satuan Pelayanan MBG. Namun sejauh ini, koordinasi lebih lanjut mengenai jenis bahan yang dibutuhkan serta mekanisme pasokan belum dilakukan secara rinci.

“Belum (ada koordinasi lanjutan), tapi di awal program sudah pernah rapat dengan SPPG,” katanya.

Menurut Ardiansyah, bahan yang bisa disuplai UMKM sangat beragam, mulai dari hasil pertanian, perikanan, hingga peternakan tergantung kebutuhan dapur penyedia menu gizi.

Dia menambahkan, Dinas Ketahanan Pangan memiliki data lebih rinci terkait jenis bahan dan pelaku usaha yang telah terlibat. “Kalau kita kan tahu-tahulah. Mungkin ini di Dinas Ketahanan Pangan, karena mereka lebih tahu rinciannya,” ucapnya.

Saat ini, jumlah UMKM di Tarakan tercatat lebih dari 30 ribu pelaku usaha yang tersebar di berbagai sektor, seperti pangan, perikanan, pertanian, pariwisata, hingga ekonomi kreatif. Namun, belum diketahui pasti berapa jumlah UMKM yang secara spesifik berpotensi mendukung penyediaan bahan menu MBG.

Ardiansyah menambahkan, dukungan terhadap program MBG tidak hanya dari sektor penyedia bahan pangan, tetapi juga sektor jasa yang dapat menunjang operasional, seperti transportasi dan logistik. “Karena sektor jasa juga bisa mendukung MBG, misalnya ada transportasi bisa mendukung. Tergantung ke dapurnya,” jelasnya.

Dia menyebut, pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut dengan instansi terkait, termasuk SPPG, untuk memastikan kesiapan dan keterlibatan UMKM dalam mendukung program nasional tersebut. (apc/and)

Reporter: Ade Prasetia
Editor: Andhika

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER