
BERAU – Bupati Berau, Sri Juniarsih, mendorong Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) untuk terus mempromosikan kuliner khas daerah, seperti Ancur Paddas dan Puncak Rasul, sebagai bagian dari daya tarik wisata di Bumi Batiwakkal.
Menurutnya, Berau memiliki potensi luar biasa, mulai dari sumber daya alam, pariwisata, budaya, hingga sejarah. “Makanan khas ini menjadi salah satu daya tarik pariwisata Berau,” ujarnya.
Sebagai upaya pelestarian kuliner tradisional, Disbudpar Berau berkolaborasi dengan TP PKK Berau menggelar lomba memasak Ancur Paddas dan Puncak Rasul dalam rangka Hari Kesatuan Gerak PKK ke-53 sekaligus memeriahkan Hari Jadi ke-72 Kabupaten Berau.
Sri Juniarsih juga mengajak generasi muda untuk mempelajari dan menguasai teknik memasak kuliner khas Berau. “Hal ini penting sebagai bentuk regenerasi ilmu sekaligus melestarikan kuliner tradisional,” katanya.
Ia menegaskan, diperlukan langkah strategis dalam promosi agar wisata kuliner khas Berau mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.
Sementara itu, Kepala Disbudpar Berau, Ilyas Natsir, menekankan bahwa Ancur Paddas dan Puncak Rasul merupakan kuliner khas yang wajib dijaga kelestariannya. “Kita ingin masyarakat tahu bahwa inilah kuliner khas Berau. Setelah itu dilestarikan dan dibuat sejarahnya,” bebernya.
Sebagai bentuk promosi, pihaknya telah meminta hotel, penginapan, dan cottage di Berau untuk menyajikan sarapan berupa Ancur Paddas atau Puncak Rasul kepada wisatawan. “Saya harap langkah ini konsisten, sehingga sosialisasi kuliner khas Berau semakin meluas,” pungkasnya. (adv/ril/and)


