BERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menangani kerentanan sosial dan ekonomi di sejumlah kampung di Kabupaten Berau, termasuk keterlibatan perusahaan melalui tanggung jawab sosialnya.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, menegaskan perusahaan yang beroperasi di kampung-kampung memiliki peran besar dalam membantu masyarakat setempat.
“Perusahaan yang menjalankan aktivitas di kampung-kampung itu juga punya tanggung jawab sosial. Mereka harus ikut ambil bagian dalam mengatasi persoalan ini,” ujarnya.
Langkah ini, lanjutnya, sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang mendorong daerah memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan untuk tanaman pokok seperti jagung dan padi.
“Jadi masyarakat tidak hanya terbantu dalam kebutuhan sehari-hari, tapi juga diarahkan menuju kemandirian pangan,” katanya.
Berdasarkan pendataan Dinas Pangan bersama pemerintah kampung, terdapat 11 kampung yang menjadi prioritas perhatian. Antara lain, Tanjung Batu, Tasuk, Siduung Indah, Punan Malinau, Punan Mahakam, Punan Segah, Merabu, Biatan Ulu, Tanjung Perepat, Pantai Harapan, dan Teluk Sumbang.
Ia menegaskan, komitmen pemerintah dalam program ini adalah memastikan keluarga kurang mampu tetap memiliki akses pangan yang cukup.
“Kita tidak boleh membiarkan ada warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan pokoknya. Semua pihak harus turun tangan,” pungkasnya. (adv/ril/and)


