Rupiah Berdaulat di Krayan: BI Kaltara Hadirkan Kas Keliling, Pangan Murah, hingga Edukasi QRIS

NUNUKAN – Bank Indonesia (BI) terus memastikan Rupiah tetap berdaulat hingga ke wilayah perbatasan. Melalui program Ekspedisi Rupiah Berdaulat, Kantor Perwakilan BI (KPwBI) Kalimantan Utara hadir di Krayan, Kabupaten Nunukan, pada 12-14 Agustus 2025.

Kegiatan ini dipimpin Deputi Kepala Perwakilan BI Kaltara, Seno Indarto, dengan rangkaian layanan mulai kas keliling untuk penukaran uang layak edar, Gerakan Pangan Murah (GPM), edukasi Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah, hingga literasi bagi pelajar.

“Tujuan kami memastikan masyarakat tetap mendapatkan Rupiah layak edar, akses pangan terjangkau, serta literasi yang lebih baik,” ujar Seno, dalam keterangan rilisnya yang dibagikan kepada awak media, Kamis (21/8/2025).

Melalui kas keliling, masyarakat Krayan bisa menukar Uang Tidak Layak Edar (UTLE) menjadi uang baru. Penukaran juga bisa dilakukan di BPD Kaltimtara KCP Krayan yang menjadi mitra BI.

Kehadiran layanan ini disambut antusias warga dan pedagang. BI menegaskan komitmennya agar Rupiah tetap menjadi alat transaksi utama di daerah yang berbatasan langsung dengan Malaysia itu.

BI Kaltara bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Nunukan juga menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di depan BPU Krayan Barat. Minyak goreng, telur, tepung, bawang, hingga cabai dijual lebih murah. Hanya dalam hitungan jam, 400 kg bahan pangan langsung ludes.

Betty Marcelina (42), warga Krayan, mengaku terbantu. “Harganya jauh lebih murah dari pasaran, sangat membantu kami,” katanya.

Kabid DPKP Nunukan, Wiwin Indrayanti, juga mengapresiasi peran BI dalam pengendalian inflasi. “Fasilitas angkut yang diberikan BI sangat membantu. Dengan kondisi wilayah kita yang dipisahkan sungai, laut, dan gunung, ini tantangan besar untuk ketersediaan pangan,” ungkapnya.

BI juga melakukan edukasi rupiah dan QRIS, sekitar 150 peserta yang terdiri dari camat, kepala desa, tokoh masyarakat, dan pelajar mengikuti edukasi CBP Rupiah, QRIS, serta layanan informasi publik.

Materi yang dibawakan menekankan pentingnya Rupiah sebagai simbol kedaulatan, sekaligus mengenalkan QRIS sebagai pembayaran digital yang cepat dan aman.

Ayu, narasumber dari BI, menambahkan, meski wilayah perbatasan terkendala jarak, masyarakat tetap bisa mengakses layanan informasi publik BI lewat kanal online seperti email atau telepon.

Tak hanya soal transaksi, BI juga memperkenalkan Ibi Library (perpustakaan digital BI) kepada pelajar SDN 004 Krayan Barat. Buku cetak juga disalurkan, ditutup dengan pembacaan puisi “Rupiah dalam Diksi”.

Plh Kepala SDN 004, Murdani, menyampaikan apresiasi. “Terima kasih untuk perhatian BI. Akses digital library ini akan jadi tambahan referensi bacaan siswa maupun guru kami,” ujarnya.

Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER