Pemkab Berau Bangun Puluhan Rumah Layak Huni, Wujud Nyata Komitmen Atasi Kemiskinan

BERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program pembangunan Rumah Layak Huni (RLH).

Program ini menjadi bagian penting dari strategi pemerintah daerah dalam mengurangi angka kemiskinan dan mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah Bumi Batiwakkal.

Bupati Berau, Sri Juniarsih, menekankan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya terfokus pada pembangunan jalan, jembatan, atau sarana publik lainnya. Menurutnya, tempat tinggal yang layak merupakan kebutuhan dasar warga yang tak boleh diabaikan dalam agenda pembangunan daerah.

“Pemerataan pembangunan harus dirasakan semua kalangan. Rumah layak huni adalah hak dasar setiap warga, dan ini menjadi bagian dari upaya kami menghapus kesenjangan dan menekan kemiskinan,” ujarnya, Selasa (5/8/2025).
Program RLH ini juga termasuk dalam 18 program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Berau, yang telah dicanangkan sejak awal masa kepemimpinan.

Tahun 2025, pemerintah menargetkan pembangunan 46 unit rumah layak huni yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Tanjung Redeb, Tabalar, dan Talisayan, dengan alokasi anggaran mencapai Rp1,4 miliar yang bersumber dari APBD 2025.

Pembangunan RLH tak hanya berorientasi pada pengadaan fisik bangunan, tetapi juga menyasar warga dengan kondisi sosial-ekonomi yang paling membutuhkan. Dalam pelaksanaannya, Pemkab Berau melakukan verifikasi ketat dan survei lapangan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

“Kami tidak ingin sekadar membangun rumah. Yang lebih penting adalah rumah itu benar-benar bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan, khususnya warga dengan kondisi ekonomi lemah, lansia, atau penyandang disabilitas,” jelas Sri.

Program ini juga menjadi jawaban atas tantangan ketimpangan antarwilayah di Berau, terutama antara kawasan pusat kota dan wilayah pinggiran atau kampung. Dengan menyasar kecamatan di luar pusat kota, Pemkab Berau ingin memastikan bahwa manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata hingga ke pelosok.

Dirinya mengungkapkan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Berau, yang menangani program RLH, menyatakan bahwa pihaknya terus berupaya menjaga kualitas pembangunan serta mempercepat proses serah terima kepada penerima manfaat.

“Target kami adalah pembangunan selesai tepat waktu dan bisa segera dihuni. Kami juga mengedepankan kualitas bahan dan konstruksi agar rumah tersebut benar-benar aman dan nyaman,” ujarnya.

Program RLH ini mendapat apresiasi dari warga, terutama mereka yang sebelumnya tinggal di rumah tidak layak huni. Salah satu penerima bantuan di Kecamatan Talisayan mengaku sangat bersyukur karena akhirnya bisa tinggal di rumah yang lebih nyaman dan sehat.

Selain memberikan tempat tinggal yang layak, program ini juga diharapkan dapat mendorong efek ekonomi berantai, seperti penciptaan lapangan kerja lokal selama proses pembangunan, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

“Pemkab Berau menunjukkan bahwa upaya pembangunan yang berpihak pada masyarakat kecil bukan sekadar wacana, tetapi menjadi bagian nyata dari kebijakan dan implementasi di lapangan,” pungkasnya. (adv/ril/and)

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER