
BERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau kini tengah mendorong transisi dari ketergantungan terhadap sumber daya alam tradisional ke pengembangan sektor pariwisata sebagai sumber daya unggulan baru. Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menekankan bahwa lingkungan bersih memiliki kaitan erat dengan daya tarik pariwisata di daerah.
Menurutnya, dengan peningkatan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat, lingkungan akan semakin bersih dan dapat mendukung tumbuhnya sektor pariwisata yang berkelanjutan di Kabupaten Berau.
“Tak ada destinasi wisata yang kotor dan penuh sampah. Tak ada pula objek wisata yang fasilitasnya tidak terawat,” tegas Bupati Sri.
Ia menekankan pentingnya partisipasi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) saja.
“Kebiasaan membuang sampah pada tempatnya harus ditanamkan mulai dari rumah. Ini bukan tugas DLHK semata, tapi tugas kita semua,” ujarnya.
Untuk mendukung pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga, Bupati Sri mengimbau masyarakat untuk menyediakan dua tempat sampah di rumah masing-masing, yakni tempat sampah untuk sampah sekali pakai, dan tempat sampah untuk sampah organik yang dapat menyatu dengan tanah.
“Ini bisa menjadi pupuk alami yang bermanfaat bagi tanaman kita. Saya juga meminta pihak terkait untuk terus mengedukasi masyarakat agar semakin sadar akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik,” jelasnya.
Lebih lanjut, berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), timbulan sampah di Kabupaten Berau pada tahun 2024 tercatat mencapai 54.568,41 ton. Dari jumlah tersebut, lanjutnya, baru sekitar 67,67 persen yang berhasil dikelola, sementara sisanya sebanyak 32,33 persen belum tertangani.
“Ini harus menjadi perhatian kita bersama. Terutama karena komposisi sampah plastik terus meningkat. Sampah plastik sulit terurai dan dapat mencemari tanah, air, laut, hingga udara,” pungkasnya. (adv/ril/and)


