TENGGARONG SEBERANG – Stadion Aji Imbut, Tenggarong Seberang, dipenuhi lautan ASN baru, Senin (26/5/2025) pagi. Sebanyak 3.780 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) resmi dilantik dan mengucap sumpah jabatan serta menandatangani Pakta Integritas.
Proses pelantikan ini dipimpin langsung oleh Bupati Kukar, Edi Damansyah, yang memberi arahan tegas kepada para PPPK agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Mereka yang sebelumnya berstatus sebagai Tenaga Harian Lepas (THL), kini resmi menjadi bagian dari Aparatur Sipil Negara (ASN) setelah dinyatakan lolos seleksi tahap pertama formasi 2024.
“Saya berharap saudara-saudara melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. PPPK ini bukan hanya soal perubahan status, tetapi juga perubahan cara berpikir dan budaya kerja,” tegas Bupati Edi.
Menurut Edi, PPPK memiliki beban dan tanggung jawab besar dalam melayani masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya menyiapkan sistem evaluasi kinerja yang ketat dan berkelanjutan.
“Aturannya sangat jelas. Jika kinerja tidak sesuai standar, maka kontraknya tidak akan diperpanjang. Maka dari itu, harus disiplin dan bekerja maksimal,” ujarnya.
Edi juga meminta kepala perangkat daerah, camat, lurah, hingga kepala desa agar melakukan pembinaan dan supervisi terhadap para PPPK di unit kerja masing-masing. Hal ini penting untuk memastikan kualitas pelayanan publik yang diberikan tetap optimal.
“PPPK harus benar-benar dimanfaatkan dengan baik untuk mendukung pelayanan pemerintah. Dibina dan dipantau, agar hasil kerjanya nyata dan dirasakan masyarakat,” lanjut Edi.
Diketahui, pelantikan ini merupakan bagian dari rekrutmen tahap pertama PPPK Kukar tahun 2024. Masih ada 1.363 formasi tambahan yang saat ini dalam proses seleksi tahap kedua, sehingga total formasi yang disiapkan mencapai 5.143 orang. Jumlah ini ditargetkan mampu menekan angka tenaga honorer di Kukar yang tercatat sebanyak 5.776 orang berdasarkan data Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Kita ingin semua ASN, termasuk PPPK, menjadi bagian penting dari transformasi pelayanan publik di Kukar,” tutup Edi. (adv)


