TARAKAN — Realisasi investasi di Kota Tarakan sepanjang Triwulan I hingga Triwulan III tahun 2025 mencapai Rp1,82 triliun, berdasarkan laporan resmi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tarakan.
Data tersebut menunjukkan bahwa total Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) secara kumulatif menyentuh Rp1.826.517.673.464 serta tambahan realisasi dolar sebesar US$112.137. Sebanyak 381 perusahaan berkontribusi dalam realisasi investasi ini.
“Kami melihat tren investasi di Tarakan terus menunjukkan perkembangan positif. Ini bukti bahwa kepercayaan investor semakin kuat, baik dari dalam negeri maupun luar negeri,” ujar Kepala DPMPTSP Tarakan, Sugeng, Kamis (4/12/2025).
Lebih lanjut, Sugeng menjelaskan realisasi investasi pada Triwulan I sebanyak Rp1,06 triliun. “Triwulan II Rp247,9 miliar dan Triwulan III Rp512,2 miliar,” jelasnya.
Sugeng menyebutkan kenaikan ini tidak lepas dari perbaikan layanan perizinan dan kemudahan investasi melalui Mal Pelayanan Publik. “Kami terus memastikan proses perizinan berjalan cepat dan transparan. Target kami adalah menciptakan iklim investasi yang makin ramah dan kompetitif,” ujarnya.
Dia mengungkap, nilai investasi terbesar disumbang oleh PT Phoenix Resources International (PRI) mencapai Rp274 M. Lanjut Sugeng, target realisasi investasi di 2025 pun sudah tercapai, bahkan melebihi. “Target investasi DPMPTSP tahun 2025 sebesar RP900 M,” ungkapnya.
Menurutnya hal itu berkat upaya yang dilakukan pihaknya, salah satunya rutin berkoordinasi dengan DPMTSP Provinsi dan dinas terkait. Selain itu, melakukan pendataan pelaku usaha PMDN dan PMA.
“Kemudian pembinaan melalui sosialisasi dan bimtek kepada pelaku usaha PMDN/PMA. Serta pengawasan dan inspeksi lapangan kepada pelaku usaha PMDN/PMA,” tutupnya.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


