spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

153 Jemaah Haji Tarakan Dijadwalkan Berangkat Mei, Peserta Tertua Berusia 82 Tahun

TARAKAN – Sebanyak 153 jemaah haji asal Tarakan dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada Mei 2024.

Keberangkatan jemaah haji nantinya akan dibagi menjadi dua kloter.

Hal itu disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Tarakan, Muhammad Aslam, Rabu (1/5/2024).

Aslam menjelaskan, keberangkatan jemaah haji kloter pertama dijadwalkan pada 21 Mei. Sedangkan kloter kedua berangkat pada 23 mei 2024.

Jemaah tertua pada tahun ini, kata Aslam, berumur 82 tahun sedangkan yang termuda berusia 26.

Dia mengungkap, sebenarnya jumlah keseluruhan Jemaah haji Tarakan yang berangkat sebanyak 154 orang. Namun, ada satu orang yang meninggal dunia sehingga jumlahnya 153 orang.

Terkait persiapan keberangkatan, lanjut Aslam, sudah mencapai 100 persen. Dari sisi administrasi seperti paspor maupun kesehatan para jemaah juga sudah dipersiapkan termasuk manasik.

“Tinggal manasik lagi dan sementara ini sedang dilakukan,” katanya.

Selain itu Kemenag Tarakan rutin berkoordinasi dengan Dinkes Tarakan, untuk memastikan kesehatan para jemaah. Salah satunya dengan melakukan olahraga senam kebugaran dan senam jantung sehat.

Baca Juga:   Tangkapan Nelayan Tarakan Hanya Penuhi 30 Persen Kebutuhan Pasar

Saat ini, ada peraturan terbaru dari pihak Arab Saudi yang mewajibkan untuk menggunakan aplikasi visa bio.

“Karena aplikasi dibuat Arab Saudi. Seluruh dunia wajib memiliki untuk berangkat haji dan umrah. Wajib menggunakan aplikasi visa bio,” katanya.

Dijelaskannya, aplikasi Visa Bio merupakan sebuah aplikasi yang dikeluarkan oleh Pemerintah kerajaan Arab Saudi, dalam proses penerbitan visa bagi jamaah haji Indonesia melalui fitur biometrik wajah, sidik jari, dan foto paspor. Dia pun memastikan seluruh jemaah haji telah memiliki aplikasi tersebut.

Di kesempatan ini, dia juga mengimbau para jemaah haji untuk senantiasa menjaga kekompakan dan kesehatan. Selain itu, meminta para jemaah untuk membawa obat pribadi, khususnya bagi yang diharuskan mengonsumsi obat rutin.

Penulis: Ade Prasetia

Editor: Yusva Alam

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER