spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Syarwani: Bulungan Miliki Banyak Potensi

TANJUNG SELOR – Bupati Bulungan, Syarwani memaparkan poin penting pembangunan daerah selama masa kepemimpinannya bersama wakil Bupati, Ingkong Ala. Dia mengatakan, sesuai dengan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Bulungan 2021-2026, dengan Visi mewujudkan Bulungan berdaulat pangan, maju dan sejahtera.

“Bulungan memiliki potensi kawasan ketahanan pangan lebih dari 30 ribu hektare, di wilayah Tanjung Buka yang merupakan wilayah pasang surut. Saat ini, luas lahan efektif sebesar 10 ribu hektare yang meliputi wilayah Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Tanjung Selor, dan Tanjung Palas Utara,” ungkap Syarwani.

Selain itu, kata Syarwani, di Bulungan juga memiliki potensi buah lokal yang terus dikembangkan. Selama ini kontribusi sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dalam pembentukan Produk Domestik Reginonal Bruto (PDRB) mencapai 14,70 persen.

“Sektor pertanian, perikanan dan kehutanan mampu menyerap tenaga kerja terbesar kedua setelah usaha pertambangan dan penggalian sebesar 32,78 persen. Dalam jangka waktu 4 tahun terakhir tingkat pertumbuhan PDRB sektor pertanian menunjukan pertumbuhan yang signifikan selalu meningkat dengan rata-rata pertumbuhan adalah 15,89 persen,” terangnya.

Baca Juga:   Optimistis Pengerjaan Infrastruktur di Bulungan Selesai Tepat Waktu

Sedangkan, untuk menciptakan komoditas unggulan, saat ini tiap wilayah kecamatan atau desa ditetapkan jenis komoditasnya sesuai potensi yang ada. Sehingga tiap desa atau kecamatan terdapat sentra-sentra komoditas tertentu.

Diantaranya, yang telah berjalan sentra kakao di Kecamatan Tanjung Palas, sentra kopi di kecamatan Peso, sentra lada di Kecamatan Tanjung Palas Timur, sentra perikanan di Tanjung Palas Tengah, sentra pangan (palawija) di desa Sajau Hilir, Tanjung Buka, dan Panca Agung, Sedangkan sentra ternak sapi di desa Karang agung, sentra kambing dan babi di desa Apung.

“Hal tersebut dilakukan Pemkab Bulungan ditengah keterbatasan anggaran agar tiap program yang dijalan berjalan efektif dan efisien,”tegasnya.

Untuk mencapai misi besar kedaulatan pangan Kabupaten Bulungan, disusunlah beberapa program prioritas, diantaranya program Mandau Tani, satu desa satu produksi, jaminan hasil produksi pertanian, hingga Transfer Anggaran Kabupaten Berbasis Ekologi (TAKE).

Bupati menjelaskan, mandau tani merupakan Integrasi program pertanian dalam artian luas untuk mewujudkan Bulungan berdaulat pangan berbasis kearifan lokal. Program ini bertujuan untuk melakukan pengelolaan terpadu hulu-hilir pada aspek kelembagaan.

Baca Juga:   Eksistensi Bahasa dan Budaya Harus Dipertahankan

Satu desa satu produk, mengupayakan tiap desa memiliki produk unggulan dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan dan mendukung pengembangan pangan lokal, sesuai dengan potensi dan klasterisasi wilayah.

Sedangkan untuk jaminan hasil produksi pertanian, memberikan kepastian pembelian terhadap hasil produksi. Sehingga upaya memperoleh produk unggulan berbasis potensi wilayah dapat terpenuhi, termasuk gerakan penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal. “TAKE merupakan program manifestasi dari kepedulian Pemkab Bulungan dalam melestarikan lingkungan hidup,” pungkasnya. (adv/tin/and)

16.1k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER