spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Respons Positif Program TP-BIS Nasional


TENGGARONG – Pemerintah Desa Loa Duri Ilir menyambut baik program nasional pengembangan Transmformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TP-BIS) yang akan digalakkan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Kalimantan Timur (Kaltim).

Hal ini dikatakan oleh Kepala Desa Loa Duri Ilir H Fakri Arsyad yang diwakili oleh Sekretaris Desa Loa Duri Ilir Muhammad Husin saat ditemui di ruangannya, Senin (23/10/2023) lalu.

“Kami sangat antusias, dari segi program, karena sangat sesuai dengan program Desa sebelumnya,  pemberdayaan sosial dari berbagai aspek,” ungkapnya.

Sebuah desa  yang terletak di Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara ini, sudah mempersiapkan beberapa hal untuk menjalankan program TP-BIS. Yakni, baik dari segi sarana dan prasarana serta koleksi buku yang ada di perpustakaan desa.

“Kita sudah menggelar beberapa kegiatan persiapan, seperti kegiatan pelatihan Barista atau pembuatan coffee, pembuatan snack baby fish, atau anak ikan yang diolah jadi snack. Kegiatan ini untuk dijadikan role model  dari kabupaten. Ke depannya,  kita akan mengadakan sendiri di desa ini untuk memperdayakan masyarakat dan membuat peluang-peluang usaha,” jelasnya.

Baca Juga:   Ribuan Arsip Inaktif Berusia 10 Tahun Diserahkan BKD ke DPK

Dari program TP-BIS ini, Arsyad dan  Husin berharap akan berdampak positif untuk pembangunan sumber daya manusia yang ada di Desa Loa Duri Ilir yang berjumlah kurang lebih 14.000 jiwa lebih ini, agar masyarakat bisa lebih sejahtera dan memiliki wawasan yang luas.

“Harapannya program ini terus dikembangkan, untuk pengkaderan perpustakaan. Dan kita juga sudah kirim Pustakawan, untuk pelatihan beberapa kali keluar daerah, agar nanti muncul inovasi buat menjalankan program,” terangnya.

Diketahui, Program TP-BIS termasuk ke dalam program prioritas nasional yang wajib dilaksanakan oleh seluruh perpustakaan, baik di tingkat provinsi maupun di kabupaten/kota.

Pustakawan Ahli Muda, DPKD Kaltim Nikko Dwi Angga menyebutkan program ini memungkinkan untuk mengubah paradigma bahwa perpustakaan bukan hanya gudang buku, tapi juga sebagai tempat untuk mensejahterakan masyarakat.

Dan DPKD Kaltim berencana akan menggalakkan program TP-BIS ini ke perpustakaan yang ada di desa dan kelurahan yang ada di Kalimantan Timur. (adv/and)

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER