TENGGARONG – Pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengharuskan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kutai Kartanegara 2024 tanpa keikutsertaan Edi Damansyah, kubu pasangan nomor urut 1 dihadapkan pada tantangan baru. Dengan berkurangnya salah satu figur utama, pertanyaan besar muncul: apakah koalisi pendukung tetap solid? Namun, jawaban atas pertanyaan itu segera terlihat. Dukungan dari partai-partai pengusung tetap kokoh, menegaskan bahwa perjuangan belum berakhir.
Sejak keputusan MK diumumkan, partai-partai dalam koalisi Edi-Rendi segera merapatkan barisan. Bagi mereka, hasil Pilkada 27 November 2024 yang menunjukkan kemenangan di atas 65 persen bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata kepercayaan rakyat. Kini, dengan atau tanpa Edi di kontestasi ulang, koalisi berkomitmen untuk kembali berjuang bersama Rendi Solihin.
Dukungan Tak Goyah, Partai Koalisi Siap Bertarung Lagi
Ketua DPD Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) Kukar, Suriadi, menegaskan bahwa partainya dan seluruh koalisi tetap berkomitmen penuh mendukung pasangan nomor urut 1 dalam PSU mendatang.
“Keputusan MK sudah kita terima, dan hasilnya adalah PSU. Kami, sebagai bagian dari koalisi Edi-Rendi, menegaskan tetap solid dalam barisan perjuangan ini. Siapapun yang nantinya ditunjuk menjadi pendamping Rendi Solihin, kami tetap akan memberikan dukungan penuh,” ujar Suriadi.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa hingga kini belum ada petunjuk teknis (juknis) dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengenai mekanisme pencalonan dalam PSU, termasuk apakah Rendi Solihin bisa langsung maju sebagai calon bupati. Namun, ia menegaskan bahwa apapun keputusan yang diambil, koalisi tetap memberikan dukungan penuh kepada Rendi Solihin, yang diyakini mampu memimpin Kukar. “Siapapun pendampingnya nanti, koalisi ini akan tetap solid dan bergerak bersama,” tegasnya.
Rendi Masih Kuat di Survei
Optimisme juga terus mengalir di tubuh koalisi. Suriadi mengungkapkan bahwa beberapa survei terbaru menunjukkan elektabilitas Rendi Solihin tetap kuat, dengan angka stabil di atas 50 persen. Dengan modal ini, mereka yakin kemenangan di PSU tetap dalam jangkauan.
“Pada Pilkada sebelumnya, kemenangan Edi-Rendi mencapai lebih dari 65 persen. Kini, meskipun terjadi perubahan formasi, kami tetap yakin bisa mengulang kemenangan itu. Jika Pak Edi Damansyah masih menjadi figur kuat yang memberikan endorsement, kami percaya dukungan masyarakat tidak akan berubah,” katanya.
Di tengah situasi politik yang terus berkembang, kesolidan partai koalisi menjadi faktor krusial bagi Rendi Solihin dalam menghadapi PSU. Dengan dukungan penuh dari partai-partai pengusung dan basis pemilih yang masih solid, kini perhatian publik tertuju pada langkah selanjutnya: siapa yang akan mendampingi Rendi dalam pertarungan ulang ini?
Yang jelas, bagi koalisi, Pilkada ini bukan hanya tentang kemenangan politik, tetapi juga mempertahankan amanah rakyat yang telah memilih mereka sebelumnya. Pertarungan belum selesai, dan mereka siap kembali ke gelanggang dengan keyakinan yang tak tergoyahkan. (MK)
Editor: Agus S