TANJUNG SELOR – Wakapolda Kalimantan Utara Brigjen Pol. Yusuf, mewakili Kapolda Kalimantan Utara, membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka penelitian dan supervisi STIK Lemdiklat Polri.
Kegiatan ini mengusung tema, “Rekonstruksi Model Pemolisian Berbasis Manajemen Risiko dalam Penanganan Bencana di Polda Kaltara, Jumat (4/9/2026).
Turut hadir membersamai kegiatan ini Ketua Tim Supervisi Brigjen Pol. Dr. Mohamad Aris, Ketua Tim Peneliti Kombes Pol. Dr. Tagor Hutapea, serta Tim Peneliti STIK Lemdiklat Polri dan Pejabat Utama Polda Kaltara.
Wakapolda Kaltara menyampaikan penelitian yang dilaksanakan STIK Lemdiklat Polri memiliki relevansi yang sangat kuat dengan kebutuhan Kepolisian dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
“Penelitian ini menurut saya sangat relevan, apalagi substansinya diarahkan pada pembangunan model pemolisian berbasis manajemen risiko dalam penanganan bencana dari perspektif hukum,” tukasnya.
Khadiran tim tim peneliti, diharapkan dapat melihat kondisi di lapangan secara objektif dan menyeluruh. Kehadiran tidak hanya menggali hal-hal yang telah berjalan dengan baik, tetapi juga memperoleh gambaran mengenai berbagai kendala, kekurangan, kebutuhan, serta praktik-praktik yang selama ini diterapkan oleh Polda Kaltara.
“Saya berharap tim dapat melihat kondisi yang ada secara apa adanya. Silakan gali data, masukan, kendala maupun praktik-praktik yang selama ini sudah berjalan di Polda Kaltara dan jajaran,” tuturnya.
“Tidak perlu hanya mencari yang baik. Kalau ada kekurangan, sampaikan supaya kami bisa berbenah,” tutupnya. (*)
Pewarta: Martinus


