TANJUNG SELOR – Bupati Bulungan, Syarwani mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kedamaian, ketenteraman dan semangat persatuan di tengah dinamika dan gejolak sosial hari ini. Hal ini disampaikannya saat peresmian Kampung Pancasila yang berlokasi di Tanjung Harapan, Jalan Gelatik, Kelurahan Tanjung Selor Hilir, Kecamatan Tanjung Selor, Jumat (28/8/2026).
Dikatakannya, dalam penyelenggaraan pembangunan di Kabupaten Bulungan tentu bukan menjadi peran utama pemerintah daerah semata. Akan tetapi, ini merupakan semangat kolaborasi, semangat sinergi dan semangat persatuan serta kesatuan bagi seluruh warga Bulungan.
“Alhamdulillah, sekalipun beragam suku agama yang ada di Kabupaten Bulungan, hari ini kita tetap tumbuh dan hidup bisa berdampingan dengan damai dan kita bersama-sama diikat dalam satu semangat persaudaraan,” ucap Syarwani.
Hal itu sebagaimana yang tertulis dalam lambang Kabupaten Bulungan dengan semangat tenguyun. Makna kata tenguyun itu tentu ajakan untuk tetap merawat semangat persatuan, kekompakan dan persaudaraan dalam membangun Kabupaten Bulungan.
“Mungkin kalau dalam bahasa Jawanya agak mirip dengan kata guyup. Dan kalau bahasa Dayaknya, orang di sini sebut sebagai senguyun dan kalau bahasa lokal yang lain adalah tenguyun. Mudah-mudahan itu menjadi bagian daripada komitmennya warga Kabupaten Bulungan, dan menjadi bagian daripada implementasi sila ketiga Pancasila, yaitu Persatuan Indonesia,” terang Syarwani.
Karena bagaimanapun juga, di wilayah Tanjung Harapan, Kelurahan Tanjung Selor Hilir, kata Bupati, tidak hanya didiami oleh satu agama atau satu suku saja, melainkan beragam agama dan suku yang telah terjalin dalam semangat persatuan dan kekompakan.
“Tapi, di sini sudah ada lintas agama, lintas suku dan sangat Indonesia sekali. Dan itu menjadi komitmen kita, kedamaian yang ada di wilayah Kampung Pancasila di Tanjung Harapan ini menjadi sesuatu yang sangat luar biasa,” tegasnya.
Mudah-mudahan ini juga menjadi bagian daripada contoh yang bisa kita terapkan di beberapa tempat yang ada di wilayah Kabupaten Bulungan.
“Pemerintah daerah berkomitmen untuk bagaimana melibatkan secara luas peran serta dari seluruh elemen masyarakat. Karena kita tidak lagi berbicara tentang suku agama di Kabupaten Bulungan, yang kita bicarakan adalah bagaimana warga bergandengan tangan, bersama-sama membangun daerah untuk masa depan anak cucu kita di Kabupaten Bulungan,” tegasnya.
Penanaman nilai-nilai Pancasila menjadi komitmen pemerintah, baik melalui penyelenggaraan pendidikan formal yang telah dilaksanakan mulai dari tingkat TK, PAUD maupun sampai di SLTP, juga termasuk pada kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di tingkat organisasi sosial kemasyarakatan.(*)
Pewarta: Martinus
Editor: Yusva Alam


