BPBD Tarakan Minta Warga Tanam Bambu, Dinilai Efektif Kurangi Risiko Longsor

TARAKAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan lereng dan daerah rawan longsor, untuk mulai melakukan mitigasi secara mandiri dengan menanam pohon. Salah satu tanaman yang dinilai paling efektif untuk membantu mencegah longsor adalah bambu.

Kepala BPBD Tarakan, Yonsep, mengatakan upaya mitigasi bencana tidak bisa sepenuhnya mengandalkan pemerintah. Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggalnya. “Kalau bisa jangan menunggu pemerintah. Masyarakat juga harus punya inisiatif melakukan mitigasi, karena mereka yang lebih tahu kondisi rumah dan lingkungannya,” katanya, Selasa (7/7/2026).

Dia menegaskan, setiap warga yang melakukan pembukaan lahan atau menggundulkan vegetasi, seharusnya melakukan penanaman kembali sebagai bentuk tanggung jawab menjaga kestabilan tanah. “Sebenarnya wajib. Kalau menggundulkan lahan, ya harus menanam kembali,” tegas Yonsep.

Menurut dia, bambu menjadi salah satu jenis tanaman yang paling cocok ditanam di wilayah rawan longsor, karena memiliki sistem perakaran yang mampu mengikat tanah dan menyerap air dengan baik. “Yang paling cocok untuk cepat itu memang bambu. Ada jenis bambu kecil yang daya serap airnya lebih kuat, sehingga baik untuk mengurangi risiko longsor,” ujarnya.

Yonsep menjelaskan, karakteristik tanah di Tarakan yang didominasi pasir membuat wilayah ini rentan mengalami longsor, terutama setelah periode kemarau. Rongga-rongga yang terbentuk di dalam tanah akan terisi air saat hujan turun, dan dapat memicu longsor susulan meski cuaca sudah kembali cerah.

Dia juga mengungkapkan, bahwa kondisi cuaca di Tarakan saat ini mengalami anomali. Meski sebelumnya diperkirakan memasuki musim kemarau hingga September, hujan ringan dengan durasi panjang masih sering terjadi. “Kita pernah menyampaikan sampai September itu kemarau. Tapi sekarang ada anomali cuaca. Hujannya memang ringan, tetapi durasinya panjang sehingga tetap meningkatkan risiko bencana,” jelasnya.

BPBD mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan rawan longsor, untuk rutin memantau kondisi lereng, segera melaporkan jika muncul retakan tanah, serta melakukan penghijauan sebagai langkah sederhana namun efektif dalam mengurangi risiko bencana di lingkungan masing-masing.

Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

BERITA POPULER