TARAKAN – Penyaluran bantuan sosial (bansos) di Kota Tarakan sejauh ini berjalan sesuai mekanisme. Namun, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tarakan masih menemukan sejumlah kendala di lapangan, yang menyebabkan sebagian penerima manfaat belum mencairkan bantuan yang menjadi haknya.
Kepala Dinas Sosial Kota Tarakan, Arbain, mengatakan kendala tersebut umumnya bukan berasal dari pemerintah, melainkan kondisi penerima bantuan. Salah satunya, penerima manfaat yang telah pindah ke luar daerah, sehingga bantuan yang masuk ke rekening belum dicairkan.
“Kalau ada penerima yang belum mengambil atau membelanjakan bantuannya, kami lakukan pengecekan. Ternyata ada yang sedang berada di luar daerah sehingga belum sempat mencairkan,” katanya, Rabu (1/7/2026).
Selain itu, Dinsos juga kerap menemukan persoalan administrasi seperti kartu ATM penerima yang hilang, rusak, atau terblokir. Kondisi tersebut membuat bantuan tidak dapat diakses meski dana telah masuk ke rekening.
“Kalau kendalanya kartu ATM hilang atau terblokir, kami bantu proses pengurusannya, termasuk pembuatan kartu yang baru agar bantuan bisa segera dicairkan,” ujarnya.
Arbain mengungkapkan, masih ada pula penerima manfaat yang tidak mengetahui bantuan telah disalurkan ke rekening mereka. Karena itu, Dinsos terus melakukan pendampingan dan koordinasi dengan para pendamping sosial, untuk memastikan bantuan benar-benar diterima masyarakat.
“Kadang ada yang tidak tahu kalau bantuannya sudah cair. Itu juga menjadi perhatian kami agar segera diinformasikan kepada penerima,” jelasnya.
Dia menambahkan, penyaluran bansos di Tarakan meliputi Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK). Ketiga program tersebut merupakan bantuan rutin dari pemerintah pusat, yang terus disalurkan kepada masyarakat yang memenuhi syarat.
Menurut Arbain, Dinsos juga terus memperbarui data penerima manfaat melalui proses verifikasi dan validasi. Langkah ini dilakukan, agar bantuan sosial tetap tepat sasaran dan diberikan kepada warga yang benar-benar membutuhkan.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


