Sering Diguncang Gempa, BPBD Tarakan Gencarkan Simulasi Mitigasi ke Sekolah-sekolah

TARAKAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan terus menggencarkan sosialisasi dan simulasi mitigasi bencana gempa bumi. Langkah ini difokuskan menyasar ke sekolah-sekolah di wilayah Tarakan sebagai langkah awal meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa.

Kepala BPBD Tarakan, Yonsep mengungkapkan bahwa kelompok usia sekolah merupakan salah satu kelompok yang paling rentan saat terjadi bencana karena berada di tempat dan waktu yang sama dalam jumlah yang banyak. Oleh karena itu, edukasi dialihkan ke tingkat SD dan SMP.

“Sasaran mitigasi kebencanaan gempa kita beralih ke sekolah-sekolah, tingkat SD dan SMP sesuai dengan regulasi yang ada,” ujar Yonsep, Jumat (26/6/2026).

Melalui simulasi ini, BPBD melakukan pendekatan semaksimal mungkin hingga mencapai 90 persen seperti kejadian aslinya agar anak-anak memahami cara menyelamatkan diri secara mandiri. Di dalam ruangan, anak-anak diajarkan cara berlindung di bawah meja atau di dekat tiang struktur bangunan guna melindungi bagian kepala.

BPBD mencatat sepanjang bulan Juni 2026 ini sudah ada empat sekolah yang melaksanakan simulasi dari target sekitar 21 sekolah dalam rencana kerja tahunan.

Selain sekolah, beberapa instansi seperti pihak perbankan juga sudah mulai mengajukan permintaan serupa. Yonsep berharap anak-anak yang telah mendapatkan edukasi ini bisa berbagi pengetahuan saat berada di rumah.

“Ini juga mengurangi kepanikan yang ada dalam keluarga kalau terjadi bencana gempa itu sendiri,” tambahnya.

Terkait kondisi geografis, Yonsep mengingatkan bahwa Tarakan memiliki potensi Sesar Tarakan yang aktif dan dangkal berdasarkan analisis BMKG dan BPBD. Masyarakat diimbau untuk tidak panik dan lebih bijak dalam menyaring informasi di media sosial.

Hal ini berkaca pada kehebohan isu tsunami akibat dampak gempa Filipina beberapa waktu lalu yang dipicu oleh penyebaran video hoaks. “Jangan melakukan informasi seperti yang terjadi kemarin, dibuat berita itu supaya heboh,” tegas Yonsep.

Menurutnya, informasi yang beredar kemarin sebenarnya hanyalah peringatan dini dampak, namun tulisan warning tsunami membuat masyarakat telanjur panik.

Sebagai langkah kesiapsiagaan, BPBD Tarakan telah memetakan sejumlah titik evakuasi utama. Untuk kawasan Tarakan Timur, titik evakuasi dipusatkan di Universitas Borneo Tarakan (UBT). Sementara untuk wilayah Timur, jalur evakuasi diarahkan ke Jalan Angin-angin Mamburungan.

Bagi warga di wilayah Tarakan Utara, titik aman berada di kawasan Bukit Tengkorak  Untuk wilayah Tarakan Barat, evakuasi diarahkan menuju Gunung Selatan dan Perumnas.

Sedangkan bagi warga Tarakan Tengah, khususnya di kawasan pesisir seperti Selumit dan Gunung Lingkas, titik evakuasi disiapkan menuju ke arah Bukit Cinta dan Gunung Belah. “Fokus utama kita saat ini adalah bagaimana gempa itu kita ketahui dulu,” pungkasnya. (apc/and)

Reporter: Ade Prasetia
Editor: Andhika

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

BERITA POPULER